Rabu, 12 Juni 2024

Braga Beken, Tempat Lama Rasa Baru

Sah! Mulai bulan Mei 2024 jalan Braga resmi ditutup untuk kendaraan setiap hari sabtu dan minggu. Dengan mengusung nama Braga Beken, jalan yang merupakan salah satu ikon di kota Bandung dimaksimalkan keberadaannya. Sehingga masyarakat kota Bandung dapat menikmati keindahan dan melihat sejarah yang ada. 

Yang menjadi tempat Braga Beken adalah jalan Braga panjang, ya. Untuk Braga pendek masih bisa dilewati kendaraan dan bisa juga untuk parkir.

Setelah sebulan dilaksanakan, kami baru bisa menikmati keseruan Braga Beken. Gak terlalu terlambat juga, lah. Sekitar pukul 11 siang kami tiba di Braga. Vibes keseruan langsung menyeruak, eh, sebelum cerita tentang Braga Beken mau cerita sedikit tentang apa yang kami lewati saat akan ke Braga Beken.

Karena kami parkir di sekitar Alun-Alun Bandung, jadi kami harus berjalan menuju jalan Braga. Nah, seperti yang sudah banyak diketahui disana ada jembatan ikonik dengan tulisan tentang Bandung. Selain itu di sepanjang jalan ada banyak karakter-karakter yang dapat diminta berfoto bersama.

Jadiii, Kaka Hasya pengen difoto dengan salah satu karakter, dan ini yang bikin Ibunya agak maju mundur. Kaka pengen difoto dengan setan, ah, bingung apa nama karakter itu. Pokonya mah, pake baju dan dandanan yang begitulah.


Mari, lanjutkan cerita tentang Braga Beken aja, ya. Untuk wisata Alun-alun kita bahas selanjutnya.

Sensasi jalan kaki di Braga



Seperti yang sudah kita tahu, jalan braga penuh dengan bangunan lama, suasana dibuat begitu romantis, hiasan di jalanan juga begitu indah. Apalagi menjelang malam, suasana dan aura keromantisan menyeruak. Lampu-lampu yang mulai menyala menambah kesyahduan jalan braga.

Salah satu bangunan lama yang ada di jalan Braga adalah De Majestic, yang awalnya merupakan bioskop dan sebagai pusat tempat hiburan. Awal namanya adalah Concordia. Kalau disini atmosfer Bandung tempo dulu kental terasa. 



Kuliner di Jalan Braga

Jangan takut gak bisa nemu makanan enak. Disini hampir semua jenis makanan ada. Tinggal sebut mau makan apa pasti ada. Dari mulai kaki lima sampai restoran ada, dari yang sederhana hingga yang kekinian, ada.

Kami membeli es krim yogurt, ini rasanya enak. tidak terlalu asam tapi rasa yogurtnya tetap terasa. Es krim biasa hingga gelato juga ada.

Kami juga membeli cimol dan kopi susu sambil duduk di bangku sekitar jalan braga. Jangan salah, cimol ini ngantri belinya, lho.

Hanya duduk dan menikmati suasana Braga sudah bisa bikin bahagia, kok.



Untuk makan berat banyak pilihan, dari mulai pecel lele, per nasi-an, macam-macam mie, per-rotian, pizza, sampai steak ada. Lengkap. 

Apalagi tempat ngopi, hang out, tinggal pilih. Mau yang tema apa, dari konsep sederhana sampai yang di rooftop juga ada.  

Hiburan yang ada di Braga Beken



Sepanjang jalan banyak sekali hiburan yang bisa dinikmati. Dari musik tradisional hingga modern ada. Kami berhenti sejenak mendengar Bapak-bapak yang nyanyi di panggung, nah, yang membuat kami berhenti lama dan menikmati beberapa lagu ada di tengah-tengah jalan braga. Perpaduan alat musiknya benar-benar indah, banyak dari penonton yang ikut bernyanyi. 

Ini favorit kami


Mau difoto dengan berbagai gaya dan unik, banyak fotografer yang siap mengabadikan kenangan.

Mau dilukis langsung ditempat? Bisa. Banyak pelukis handal disana.

Mau muka yang dilukis, ada juga yang bisa mengabulkan.

Mau masuk ke tempat serem buat nakut-nakutin diri sendiri (ini kata saya) mangga, langsung saja.

Mau lihat pameran lukisan? Ada juga.

Oh iya ... Ada bandros juga kalau ada yang mau mencoba naik bandros mangga, silakan. Seru naik bandros, sambil berkeliling kita juga jadi tahu sejarah tempat-tempat tertentu.


Kesan kami setelah menikmati Braga Beken adalah, bahagia! Alhamdulillah waktu itu cuaca mendukung, udaranya serasa Bandung banget. ayo, datang dan nikmati Braga Beken (Bebas Kendaraan) sambil refreshing, kuliner, juga sambil mempelajari sejarah kota Bandung biar makin cinta.

Menikmati suasana braga boleh banget, tapi saat masuk waktu salat kita tunaikan dulu, yaa.... 

Mesjid Agung Bandung deket dari sana, jadi gak ada alasan susah salat. 








Kamis, 06 Juni 2024

Seru, Wisata Edukasi Pendopo Kota Bandung


Sabtu kali ini (1 Juni 2024), kami kembali berwisata edukasi. Destinasinya adalah Pendopo Kota Bandung yang berada di Jl. Dalem Kaum no. 56 berseberangan dengan Alun - Alun dan Mesjid Agung Kota Bandung. 

Mulai bulan Mei 2024 masyarakat umum dapat mengunjungi Pendopo dengan sebelumnya reservasi dulu. Cara reservasi bisa dilihat di akhir artikel, ya.

Sayangnya, kami datang terlambat. Rombongan sudah mulai berjalan, sehingga kami menyusul dan kehilangan informasi untuk beberapa tempat. Untuk kalian yang akan mengunjungi Pendopo jangan terlambat seperti kami, ya. Tapi, terobati karena satu momen spesial yang mungkin tidak semua pengunjung dapat merasakannya. Apa coba? lanjut baca, ya.

Salah satu yang membuat wisata ini menjadi seru dan menarik adalah di akhir kunjungan para pemandu wisata memberikan kuis dengan pertanyaan seputar Pendopo dan yang berkaitan dengannya. Dan, lebih menyenangkan lagi karena kami bisa menjawab salah satu pertanyaan. Dapet hadiah, dong!



Jadi, kalian harus serius dan bener-bener perhatikan informasi yang diberikan, ya biar bisa jawab pertanyaannya. Yuks, kita review ada apa di Pendopo ini.

Sejarah Pendopo

Pendopo Kota Bandung yang awalnya merupakan rumah kediaman Bupati, sekarang adalah rumah dinas Wali Kota Bandung. Dibangun tahun 1811 - 1812 bersamaan dengan pembangunan Kota Bandung, merupakan bangunan pertama pusat pemerintahan yang dibangun.

Dibangun atas prakarsa RA. Wiranatakusumah II atau Raden Indrareja atau biasa disebut juga Dalemkaum yang saat itu menjabat sebagai Bupati ke - 6. Pendopo Memiliki luas 18.894 meter persegi. 

Memasuki wilayah Pendopo, suasana asri terasa. Dengan adanya kolam, taman yang rapi dan pepohonan yang besar juga ornamen indah yang membuat suasananya membuat betah.

Selasar


Di sebelah kanan dan kiri terdapat selasar yang "cantik" dengan hiasan bunga-bunga membuat yang melewatinya nyaman.

Lonceng



Di depan Pendopo terdapat dua buah lonceng yang saling berhadapan. Ada mitos, konon lonceng akan berbunyi jika akan ada bencana alam. Dan jika dibunyikan dengan sengaja maka akan terjadi bencana, sehinga warga tidak disarankan membunyikannya.

Ruang Kenegaraan












Dalam ruangan terdapat sofa dan meja-meja yang berfungsi untuk menerima tamu pemerintahan baik domestik maupun mancanegara. Di sini pengunjung dapat berfoto, bukan hanya ruangannya tapi pengunjung diperkenankan untuk berfoto sambil duduk.

Silakan dimanfaatkan, kapan lagi mencoba duduk di ruang kenegaraan. Di sofa para tamu penting berkunjung. Di tengah ruangan ada pintu yang tertutup, itu adalah ruangan istirahat Wali Kota yang tidak diperbolehkan untuk dimasuki.

Aula Pendopo



Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Aula Pendopo. Di sini kami dipersilakan melihat video mengenai sejarah pembangunan pendopo, luasnya, dan detail mengenai bangunan. 

Pendopo dibuat tanpa ada pintu, karena beberapa pertunjukan dan perayaan sering diadakan di sini. Untuk mempermudah warga melihat dari sisi mana pun maka pendopo dibuat terbuka.

Dalam pendopo terdapat Gong Integritas Bangsa. Dilihat sama seperti yang ada di Museum Konferensi Asia Afrika, tapi berbeda. Gong Integritas ini menunjukkan keberagaman agama dan lambang provinsi-provinsi yang ada di Indonesia.

Momen Istimewa



Ketika kami sedang melihat video sejarah Pendopo, ternyata ada Ibu PJ Wali Kota, yaitu Ibu Linda datang. Alhamdulillah, momen yang jarang terjadi. Sehingga beliau didaulat untuk memberikan sambutan dan berfoto bersama.

Kunjungan kali ini rombongan kami tidak terlalu banyak, jadi terasa lebih intim. Benar-benar istimewa kunjungan wisata edukasi kami kali ini.

Cara Reservasi ke Pendopo

Untuk jadwal kunjungan adalah setiap hari sabtu dan minggu yang terdiri dari sesi pagi (pukul 09.00 - 11.00) dan sesi siang (pukul 13.00 - 15.00). Silakan memilih tanggal dan hari yang kalian inginkan.

Untuk reservasi silakan klik link ini, jangan lupa siapkan foto KTP. https://smartcity.bandung.go.id/form/reservasi-pendopo


Demikian pengalaman kami ketika mengunjungi Pendopo Kota Bandung, menyenangkan, menyejukkan, dan untuk yang menyukai berfoto suasana di Pendopo sangat mendukung dengan banyak spot foto yang aestetik.

Setelah mengunjungi Pendopo kami melanjutkan jalan-jalan ke Braga yang sedang menyelenggarakan Braga Beken, yaitu Braga Bebas Kendaraan. Jadi jalan Braga ditutup untuk kendaraan dan kita dapat berjalan menikmati keindahan dan segala hiburan yang ada di sepanjang jalan Braga. 

Insyaallah, next di up, ya gimana suasana di Braga Beken.