Sah! Mulai bulan Mei 2024 jalan Braga resmi ditutup untuk kendaraan setiap hari sabtu dan minggu. Dengan mengusung nama Braga Beken, jalan yang merupakan salah satu ikon di kota Bandung dimaksimalkan keberadaannya. Sehingga masyarakat kota Bandung dapat menikmati keindahan dan melihat sejarah yang ada.
Yang menjadi tempat Braga Beken adalah jalan Braga panjang, ya. Untuk Braga pendek masih bisa dilewati kendaraan dan bisa juga untuk parkir.
Setelah sebulan dilaksanakan, kami baru bisa menikmati keseruan Braga Beken. Gak terlalu terlambat juga, lah. Sekitar pukul 11 siang kami tiba di Braga. Vibes keseruan langsung menyeruak, eh, sebelum cerita tentang Braga Beken mau cerita sedikit tentang apa yang kami lewati saat akan ke Braga Beken.
Karena kami parkir di sekitar Alun-Alun Bandung, jadi kami harus berjalan menuju jalan Braga. Nah, seperti yang sudah banyak diketahui disana ada jembatan ikonik dengan tulisan tentang Bandung. Selain itu di sepanjang jalan ada banyak karakter-karakter yang dapat diminta berfoto bersama.
Jadiii, Kaka Hasya pengen difoto dengan salah satu karakter, dan ini yang bikin Ibunya agak maju mundur. Kaka pengen difoto dengan setan, ah, bingung apa nama karakter itu. Pokonya mah, pake baju dan dandanan yang begitulah.
Mari, lanjutkan cerita tentang Braga Beken aja, ya. Untuk wisata Alun-alun kita bahas selanjutnya.
Sensasi jalan kaki di Braga
Seperti yang sudah kita tahu, jalan braga penuh dengan bangunan lama, suasana dibuat begitu romantis, hiasan di jalanan juga begitu indah. Apalagi menjelang malam, suasana dan aura keromantisan menyeruak. Lampu-lampu yang mulai menyala menambah kesyahduan jalan braga.
Salah satu bangunan lama yang ada di jalan Braga adalah De Majestic, yang awalnya merupakan bioskop dan sebagai pusat tempat hiburan. Awal namanya adalah Concordia. Kalau disini atmosfer Bandung tempo dulu kental terasa.
Kuliner di Jalan Braga
Jangan takut gak bisa nemu makanan enak. Disini hampir semua jenis makanan ada. Tinggal sebut mau makan apa pasti ada. Dari mulai kaki lima sampai restoran ada, dari yang sederhana hingga yang kekinian, ada.
Kami membeli es krim yogurt, ini rasanya enak. tidak terlalu asam tapi rasa yogurtnya tetap terasa. Es krim biasa hingga gelato juga ada.
Kami juga membeli cimol dan kopi susu sambil duduk di bangku sekitar jalan braga. Jangan salah, cimol ini ngantri belinya, lho.
Hanya duduk dan menikmati suasana Braga sudah bisa bikin bahagia, kok.
Untuk makan berat banyak pilihan, dari mulai pecel lele, per nasi-an, macam-macam mie, per-rotian, pizza, sampai steak ada. Lengkap.
Apalagi tempat ngopi, hang out, tinggal pilih. Mau yang tema apa, dari konsep sederhana sampai yang di rooftop juga ada.
Hiburan yang ada di Braga Beken
Sepanjang jalan banyak sekali hiburan yang bisa dinikmati. Dari musik tradisional hingga modern ada. Kami berhenti sejenak mendengar Bapak-bapak yang nyanyi di panggung, nah, yang membuat kami berhenti lama dan menikmati beberapa lagu ada di tengah-tengah jalan braga. Perpaduan alat musiknya benar-benar indah, banyak dari penonton yang ikut bernyanyi.
![]() |
| Ini favorit kami |
Mau difoto dengan berbagai gaya dan unik, banyak fotografer yang siap mengabadikan kenangan.
Mau dilukis langsung ditempat? Bisa. Banyak pelukis handal disana.
Mau muka yang dilukis, ada juga yang bisa mengabulkan.
Mau masuk ke tempat serem buat nakut-nakutin diri sendiri (ini kata saya) mangga, langsung saja.
Mau lihat pameran lukisan? Ada juga.
Oh iya ... Ada bandros juga kalau ada yang mau mencoba naik bandros mangga, silakan. Seru naik bandros, sambil berkeliling kita juga jadi tahu sejarah tempat-tempat tertentu.
Kesan kami setelah menikmati Braga Beken adalah, bahagia! Alhamdulillah waktu itu cuaca mendukung, udaranya serasa Bandung banget. ayo, datang dan nikmati Braga Beken (Bebas Kendaraan) sambil refreshing, kuliner, juga sambil mempelajari sejarah kota Bandung biar makin cinta.
Menikmati suasana braga boleh banget, tapi saat masuk waktu salat kita tunaikan dulu, yaa....
Mesjid Agung Bandung deket dari sana, jadi gak ada alasan susah salat.













