Pernahkah merasa lelah hingga menagis bukanlah jawaban dari kelelahan?
Pernahkah merasa kecewa hingga sakit hati
bukanlah perhentian lagi?
Adakah satu hari dimana tidak ada rasa sama
sekali, seakan kebas, mati rasa ?
Bilakah itu terjadi padamu, apa yang kau
lakukan?
Berjalan hanya karena harus berjalan, makan
hanya karena harus makan, beraktivitas seperti biasa padahal tidak ada
keinginan atas itu sedikit pun.
Bukan hanya kamu yang merasakannya, banyak
diluar sana yang mendapati dirinya mati rasa dengan segala hal dalam hidupnya.
Benar bahwa hari tidak akan selalu cerah,
berwarna. Terkadang mendung, angin kencang, hujan badai dengan petir
menggelegar mengiringi.
Benar bahwa tidak selalu ada bahagia ketika
bersama dengan yang tercinta, terkadang ada bosan, kesal, marah, kecewa.
Tapi, benarkah kegelapan itu lebih banyak?
Benarkah tidak ada jalan yang indah yang
akan dilewati?
Bukankah akan selalu ada sedikit senyuman
saat sedih melanda bertubi?
Coba renungkan sejenak saja, rasakan rahmat
dan perlindungan dari Allah. Betapa ketika terpuruk sedalam lautan tetap
bantuan Allah akan datang. Hanya saja diri yang merasa sedang jatuh tidak mau
mengakui pertolongan itu.
Tolong, tarik nafas dalam-dalam dulu
sejenak. Rasakan oksigen memenuhi dada, resapi damai yang datang bersamanya,
bilapun merasa sendiri coba rasakan hadirnya Allah dalam kalbu. Perlahan
ucapkan astagfirullah, pelan-pelan lapangkan hati bersihkan semua rasa
negatif, ucapkan dengan yakin astagfirullah, mohon ampun atas segala kesalahan
dan kekurangan.
Kemudian, dengan sadar dan pasti kembalikan
semua masalah kepada pemilik dunia, Allah. Minta jalan yang terbaik yang dapat
dijalani, minta kekuatan dan kemudahan dalam menjalani. Karena sesungguhnya
yang maha menolong adalah Allah.
Jangan dulu patah, yaa ….
---**---
Bersama malam dingin yang tiada bercahaya
ini, luaskan kembali hati, coba tersenyum meski tanpa sebab.
Mudah? Tentu tidak
Sulit? Mungkin iya mungkin tidak
Jika ingin tahu hasilnya, lakukan saja
dulu. Sama seperti kamu melakukan kesedihan seperti kekecewaan yang kamu alamni
maka lakukan dulu senyum itu.
Coba paksakan hati untuk kembali berkembang
membawa wangi seperti matahari yang membawa sinarnya untuk menerangi pagi.
Beri kesempatan pada diri untuk megubah
pikir, biarkan raga kembali pulih untuk menjalani hari yang mungkin tidak lebih
baik dari hari ini, tapi, hei, kamu sudah berubah!
Bukankah sudah ada senyum itu?
Bukankah sudah ada penerimaan untuk segala
jalan cerita hidup?
Benar masalahmu belum tentu selesai, tapi,
dengan hati dan raga yang mumpuni maka masalah yang akan menjauh pergi.
Katakan dengan lantang masalah bukanlah
masalah selama ada Allah yang maha besar mendampingi.
---**---
Mungkin terbesit, “ah, mudah untukmu bicara
demikian karena kau tidak ada di posisiku, tidak merasakan apa yang kurasakan,
tidak tahu betapa berat ini,” jerit dalam hatimu.
Hei, hilangkan itu dari pikiranmu!
Semakin besar kau mencoba menyalahkan
keadaan, semakin dalam rasa sakit yang kau rasakan. Pernahkah terbesit olehmu
bahwa beberapa orang memiliki masalah yang lebih berat, namun tidak terlihat
karena mereka mampu membalutnya dengan senyuman.
Pernahkah terpikirkan bahwa banyak orang
yang ingin menjadi sepertimu, dengan keadaan sepertimu, dengan hidupmu yang
terlihat indah di mata mereka?
Dunia memang tempatnya masalah, sebentar
saja, gak akan lama. Berapa banyak manusia berumur lebih dari 100 tahun? Jarang
sekali. Masalah di dunia ini sementara, seperti rasa bahagia yang sementara,
sedih juga sementara. Allah selalu memberikan kunci jawaban dari setiap
permasalahan yang ada di dunia, tugas kita memintanya. Allah sangat senang
diminta sesuatu oleh kita. Allah menunggu kita untuk datang padaNya dan memohon
ridhoNya.
Sedangkan kita terkungkung dalam balutan
pikiran yang ingin menyelesaikan semua sendiri, berdasarkan kekuatan diri.
Siapakah kita dan apalah kekuatan kita, jika Allah tidak memberikan segala
ijinNya untuk kita. Bahkan untuk membuka mata saja kita memerlukan kekuatan
dari Allah.
---**---
"Hai, kau! mulai berbenah dan belajar menyerahkan segalanya pada Allah," jerit hatimu sendiri yang tidak kau sadari telah memperingatkan.
Benar bahwa tidak ada satu hari terlewati tanpa masalah, namun bukan berarti tidak ada kebahagiaan juga. Akui dengan sadar pasti ada meski hanya beberapa detik kebahagiaan itu datang.
Maka, nikmati dan syukuri lalu jalani lagi hidup dengan ikhlas.
Meski apa itu ikhlas dan bagaimana menciptakan keikhlasan masih menjadi misteri.
---**---
Dibuat di Bandung, 5 mei 2023