Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2024

Lelah

Pernahkah merasa lelah hingga menagis bukanlah jawaban dari kelelahan?

Pernahkah merasa kecewa hingga sakit hati bukanlah perhentian lagi?

Adakah satu hari dimana tidak ada rasa sama sekali, seakan kebas, mati rasa ?

Bilakah itu terjadi padamu, apa yang kau lakukan?

Berjalan hanya karena harus berjalan, makan hanya karena harus makan, beraktivitas seperti biasa padahal tidak ada keinginan atas itu sedikit pun.

Bukan hanya kamu yang merasakannya, banyak diluar sana yang mendapati dirinya mati rasa dengan segala hal dalam hidupnya.

Benar bahwa hari tidak akan selalu cerah, berwarna. Terkadang mendung, angin kencang, hujan badai dengan petir menggelegar mengiringi.

Benar bahwa tidak selalu ada bahagia ketika bersama dengan yang tercinta, terkadang ada bosan, kesal, marah, kecewa.

Tapi, benarkah kegelapan itu lebih banyak?

Benarkah tidak ada jalan yang indah yang akan dilewati?

Bukankah akan selalu ada sedikit senyuman saat sedih melanda bertubi?

Coba renungkan sejenak saja, rasakan rahmat dan perlindungan dari Allah. Betapa ketika terpuruk sedalam lautan tetap bantuan Allah akan datang. Hanya saja diri yang merasa sedang jatuh tidak mau mengakui pertolongan itu.

Tolong, tarik nafas dalam-dalam dulu sejenak. Rasakan oksigen memenuhi dada, resapi damai yang datang bersamanya, bilapun merasa sendiri coba rasakan hadirnya Allah dalam kalbu. Perlahan ucapkan astagfirullah, pelan-pelan lapangkan hati bersihkan semua rasa negatif, ucapkan dengan yakin astagfirullah, mohon ampun atas segala kesalahan dan kekurangan.

Kemudian, dengan sadar dan pasti kembalikan semua masalah kepada pemilik dunia, Allah. Minta jalan yang terbaik yang dapat dijalani, minta kekuatan dan kemudahan dalam menjalani. Karena sesungguhnya yang maha menolong adalah Allah.

Jangan dulu patah, yaa ….

---**---

Bersama malam dingin yang tiada bercahaya ini, luaskan kembali hati, coba tersenyum meski tanpa sebab.

Mudah? Tentu tidak

Sulit? Mungkin iya mungkin tidak

Jika ingin tahu hasilnya, lakukan saja dulu. Sama seperti kamu melakukan kesedihan seperti kekecewaan yang kamu alamni maka lakukan dulu senyum itu.

Coba paksakan hati untuk kembali berkembang membawa wangi seperti matahari yang membawa sinarnya untuk menerangi pagi.

Beri kesempatan pada diri untuk megubah pikir, biarkan raga kembali pulih untuk menjalani hari yang mungkin tidak lebih baik dari hari ini, tapi, hei, kamu sudah berubah!

Bukankah sudah ada senyum itu?

Bukankah sudah ada penerimaan untuk segala jalan cerita hidup?

Benar masalahmu belum tentu selesai, tapi, dengan hati dan raga yang mumpuni maka masalah yang akan menjauh pergi.

Katakan dengan lantang masalah bukanlah masalah selama ada Allah yang maha besar mendampingi.

---**---

Mungkin terbesit, “ah, mudah untukmu bicara demikian karena kau tidak ada di posisiku, tidak merasakan apa yang kurasakan, tidak tahu betapa berat ini,” jerit dalam hatimu.

Hei, hilangkan itu dari pikiranmu!

Semakin besar kau mencoba menyalahkan keadaan, semakin dalam rasa sakit yang kau rasakan. Pernahkah terbesit olehmu bahwa beberapa orang memiliki masalah yang lebih berat, namun tidak terlihat karena mereka mampu membalutnya dengan senyuman.

Pernahkah terpikirkan bahwa banyak orang yang ingin menjadi sepertimu, dengan keadaan sepertimu, dengan hidupmu yang terlihat indah di mata mereka?

Dunia memang tempatnya masalah, sebentar saja, gak akan lama. Berapa banyak manusia berumur lebih dari 100 tahun? Jarang sekali. Masalah di dunia ini sementara, seperti rasa bahagia yang sementara, sedih juga sementara. Allah selalu memberikan kunci jawaban dari setiap permasalahan yang ada di dunia, tugas kita memintanya. Allah sangat senang diminta sesuatu oleh kita. Allah menunggu kita untuk datang padaNya dan memohon ridhoNya.

Sedangkan kita terkungkung dalam balutan pikiran yang ingin menyelesaikan semua sendiri, berdasarkan kekuatan diri. Siapakah kita dan apalah kekuatan kita, jika Allah tidak memberikan segala ijinNya untuk kita. Bahkan untuk membuka mata saja kita memerlukan kekuatan dari Allah.

---**---

"Hai, kau! mulai berbenah dan belajar menyerahkan segalanya pada Allah," jerit hatimu sendiri yang tidak kau sadari telah memperingatkan.

Benar bahwa tidak ada satu hari terlewati tanpa masalah, namun bukan berarti tidak ada kebahagiaan juga. Akui dengan sadar pasti ada meski hanya beberapa detik kebahagiaan itu datang.

Maka, nikmati dan syukuri lalu jalani lagi hidup dengan ikhlas.

Meski apa itu ikhlas dan bagaimana menciptakan keikhlasan masih menjadi misteri.

---**---

Dibuat di Bandung, 5 mei 2023

Senin, 27 Mei 2024

Hati yang memilih

 oleh : Hastie 

Jika selama ini banyak yang mengatakan bahwa malam hari membawa kenangan kembali, tidak dengan diriku. Malam adalah waktu ketika hati merasa sendiri, kosong, dan mengharapkan kehangatan hadirmu. Hembusan anginnya yang dingin membawa aroma dirimu yang kurindu, bintang yang bertebaran dengan sinarnya yang kecil tapi terlihat jelas membawa ingatanku akan hadirmu.

Engkau yang mungkin tidak dapat kuraih, seperti bulan yang jauh tinggi disana. Ya, malam begitu mengingatku akan semua itu. Jadi, ketika mereka mengatakan malam membawa kedamaian, tidak bagiku.

Malam, dengan gelapnya menundukkan keberanianku mendekatimu. Heningnya membuat resah hatiku semakin menjadi, tiada pantulan suara kecuali namamu. Dinginnya membuat bergetar bibirku memanggil hatimu.

Ketika banyak dari mereka memuja malam dan suasananya, disini ada diri yang ingin segera pergi. Kau tidak akan menyadari betapa besar rasa ini padamu. Karena malam membuat bayangmu pergi, tanpa cahaya tidak akan dapat kau melihatku.

Benar saat ini banyak lampu menerangi, membuat indah malam hari jika dirakit sedemikan rupa. Bahkan beberapa dari itu membutuhkan malam untuk membuatnya menjadi indah. Warna-warni lampu yang ditata dengan penuh perhitungan membawa keindahan bentuknya. Pernah aku melihat pendar cahaya yang mewakili rupamu, perpaduan warna sempurna membentuk bayangmu dalam benakku. Senyum begitu saja terlepas di wajahku, rasa hangat tiba-tiba merasuki.

Lihat, bukan malam yang membuatku bahagia tapi cahaya itu yang memperdaya. Bukan sinar rembulan yang digadang seindah rasa cinta tapi cinta itu sendiri yang membuat indah.

Tidak, bukan tidak bersyukur dan mengingkari sempurnanya ciptaan Allah akan malam. Betapa berdosa diri ini jika benar melakukan itu. Pengingkaran atas nikmat yang diberikan akan menambah sengsara diri yang sebelumnya sudah kurasa. Tidak, aku tak mau menjadi terdakwa atas kesalahan itu.

Tetapi, jika menyimpanmu dalam diri adalah kejahatan maka biarlah aku menjadi terpidana. Karena untuk melepas namamu hanya untuk sekedar aku bernafas, tak sanggup diriku.

Terkadang terbesit dialog dalam kepala, jika rasa ini salah tolong hilangkan, ya, Allah. Jangan biarkan rasa ini merajai hati yang seharusnya hanya milik Allah. Sisihkan buncahan ini agar tidak mendominasi.

Adakah malam akan menghapus sesal ini?

Bilakah malam akan mengganti sendu menjadi asa?

Lihatlah wahai pilihan hati, seharusnya malam mengobati nyatanya hanya menyakiti.

Ingin memiliki tapi tiada jalan untuk meniti, gelap mendominasi.

Engkau pilihan hati, cahaya alami darimu saja yang mampu menuntun langkahku.

Semakin yakin aku memilih cahaya daripada malam, semakin kuat harapan dengan sinar mentari yang alami. Walau mentari tidak selalu hangat, sekali-kali dia akan berubah panas aku tidak peduli.

Coba pahami, ketika dingin maka hati ini akan mencarimu untuk menghangatkan yang mungkin membuatmu merasa terkungkung. Sedangkan ketika panas maka hati akan membuka diri agar mendapatkan keleluasaan dan itu akan membuatmu lebih tenang, bukan?

Sudahlah, cukup untuk malam ini.

Ternyata malam dapat membantuku untuk mengungkap rahasia ini. Semoga juga dapat menyampaikannya padamu. Memang segala hal dalam hidup yang sudah diatur oleh pemilik dunia ini selalu ada kebaikan.

 

Salamku untukmu wahai pemilik hati.

Maybe we will find love right where we are.

 

Bandung, Mei 2024

Dariku yang menyimpanmu dalam malam