oleh : Hastie
Jika selama ini banyak yang mengatakan bahwa malam hari membawa kenangan
kembali, tidak dengan diriku. Malam adalah waktu ketika hati merasa sendiri,
kosong, dan mengharapkan kehangatan hadirmu. Hembusan anginnya yang dingin
membawa aroma dirimu yang kurindu, bintang yang bertebaran dengan sinarnya yang
kecil tapi terlihat jelas membawa ingatanku akan hadirmu.
Engkau yang mungkin tidak dapat kuraih, seperti bulan yang jauh tinggi disana. Ya, malam begitu mengingatku akan semua itu. Jadi, ketika mereka mengatakan malam membawa kedamaian, tidak bagiku.
Malam, dengan gelapnya menundukkan keberanianku mendekatimu. Heningnya membuat
resah hatiku semakin menjadi, tiada pantulan suara kecuali namamu. Dinginnya membuat
bergetar bibirku memanggil hatimu.
Ketika banyak dari mereka memuja malam dan suasananya, disini ada diri
yang ingin segera pergi. Kau tidak akan menyadari betapa besar rasa ini padamu.
Karena malam membuat bayangmu pergi, tanpa cahaya tidak akan dapat kau
melihatku.
Benar saat ini banyak lampu menerangi, membuat indah malam hari jika
dirakit sedemikan rupa. Bahkan beberapa dari itu membutuhkan malam untuk
membuatnya menjadi indah. Warna-warni lampu yang ditata dengan penuh
perhitungan membawa keindahan bentuknya. Pernah aku melihat pendar cahaya yang
mewakili rupamu, perpaduan warna sempurna membentuk bayangmu dalam benakku. Senyum
begitu saja terlepas di wajahku, rasa hangat tiba-tiba merasuki.
Lihat, bukan malam yang membuatku bahagia tapi cahaya itu yang
memperdaya. Bukan sinar rembulan yang digadang seindah rasa cinta tapi cinta
itu sendiri yang membuat indah.
Tidak, bukan tidak bersyukur dan mengingkari sempurnanya ciptaan Allah
akan malam. Betapa berdosa diri ini jika benar melakukan itu. Pengingkaran atas
nikmat yang diberikan akan menambah sengsara diri yang sebelumnya sudah kurasa.
Tidak, aku tak mau menjadi terdakwa atas kesalahan itu.
Tetapi, jika menyimpanmu dalam diri adalah kejahatan maka biarlah aku
menjadi terpidana. Karena untuk melepas namamu hanya untuk sekedar aku bernafas,
tak sanggup diriku.
Terkadang terbesit dialog dalam kepala, jika rasa ini salah tolong
hilangkan, ya, Allah. Jangan biarkan rasa ini merajai hati yang seharusnya
hanya milik Allah. Sisihkan buncahan ini agar tidak mendominasi.
Adakah malam akan menghapus sesal ini?
Bilakah malam akan mengganti sendu menjadi asa?
Lihatlah wahai pilihan hati, seharusnya malam mengobati nyatanya hanya
menyakiti.
Ingin memiliki tapi tiada jalan untuk meniti, gelap mendominasi.
Engkau pilihan hati, cahaya alami darimu saja yang mampu menuntun
langkahku.
Semakin yakin aku memilih cahaya daripada malam, semakin kuat harapan
dengan sinar mentari yang alami. Walau mentari tidak selalu hangat, sekali-kali
dia akan berubah panas aku tidak peduli.
Coba pahami, ketika dingin maka hati ini akan mencarimu untuk
menghangatkan yang mungkin membuatmu merasa terkungkung. Sedangkan ketika panas
maka hati akan membuka diri agar mendapatkan keleluasaan dan itu akan membuatmu
lebih tenang, bukan?
Sudahlah, cukup untuk malam ini.
Ternyata malam dapat membantuku untuk mengungkap rahasia ini. Semoga juga
dapat menyampaikannya padamu. Memang segala hal dalam hidup yang sudah diatur
oleh pemilik dunia ini selalu ada kebaikan.
Salamku untukmu wahai pemilik hati.
Maybe we will find love right where we are.
Bandung, Mei 2024
Dariku yang menyimpanmu dalam malam

๐๐๐
BalasHapus