Senin, 19 Agustus 2024

Bekal Kaka Hasya Pekan Dua

Pekan kedua membuat bekal untuk Kaka Hasya. Membuat bekal menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk saya. Memasak dan membuat makanan bukanlah keahlian saya kalau memakan masakan yang ada, itu baru favorit.

Mengapa Kaka Hasya dibuatkan bekal, awalnya karena kelas Kaka ada di lantai 3, jadi kalau mau jajan agak jauh. Kemudian memang Kaka pengen bawa bekel, ditanya kenapa mau bawa bekal, cuma mau ajah gitu katanya.

Baiklah, untuk pekan kedua hanya sampai hari jum'at karena sabtu adalah hari kemerdekaan Indonesia jadi anak-anak libur sekolah.

Mangga, yang mau menyimak bekal sederhana ala Ibu Hasti pekan kedua. 

Hari Senin

Diawali dengan nasi bungkus telur, sosis goreng, dan tempe mendoan.

Ibu belum siap dengan bahan-bahan untuk bekal, jadi yang ada di kulkas saja.

Senin

Hari Selasa
Hari ini bekalnya juga sederhana saja. Jasuke dan Ayam Popcorn.
Untuk resepnya gak perlu, ya. Pasti udah pada jago yang ini mah.

Selasa



Hari Rabu
Pekan ini, bekal Kaka beneran sederhana. Hari ini menunya Ayam Katsu dan Kentang Goreng. Saus sambal dan mayonaise tetap ada untuk melengkapi, dong.

Resep Ayam Katsu
Bahan :
Ayam fillet
Tepung Panir

Bumbu marinasi:
Garam, Bawang putih boleh yang dicincang atau yang bubuk, merica, penyedap rasa

Cara Buat:
Ayam yang campur dengan bumbu marinasi, kemudian istirahatkan di kulkas. Karena saya buatnya malam jadi hanya 30 menit saja dimarinasinya. 

Kemudian balur dengan tepung panir, simpan kembali di kulkas. Subuh besoknya baru saya goreng.

Resep kentang goreng

Kentang goreng saya buat sendiri, bukan yang frozen. 
Bahan :
2 buah kentang, potong sesuai selera. Saya memotongnya seperti french fries biasa.

Cara buat:
Potongan kentang direbus dulu dengan garam dan penyedap rasa. tidak perlu terlalu lama agar tidak terlalu lembek, kemudian angkat dan pindahkan ke air dingin.
Lalu balur dengan terigu sedikit saja, baru goreng sampai matang.

Rabu


Hari Kamis
Hari ini ada 3 menu, salad buah, roti bakar isi coklat, dan cookies goreng.
Ini jadi bekal favorit Kaka di pekan ini.

Resep salad buah
Bahan:
Apel 1 buah, potong kotak
Pear 1 buah, potong kotak
Semangka, potong kotak
Jelly atau agar sesukanya
keju

saus salad (campurkan bahan) :
mayonaise
kental manis

Cara membuat:
Satukan buah dalam wadah, kemudian campur dengan saus salad lalu taburi dengan keju parut.

Cookie goreng
Bahan :
Biscuit saya pakai biskuit merk nextar 
terigu
air

Cara buat :
Buat adonan terigu dan air sedikit encer, masukkan cookies lalu goreng.

Kamis

Hari Jum'at
Hari ini sekolah hanya sebentar, jadi bekal juga yang ringan. Karena Kaka suka dengan cookies goreng maka ini diulang. Gehu pedas menjadi pilihan selanjutnya.

Resep gehu pedas
bahan :
Tahu goreng
Terigu
garam, penyedap secukupnya

isi:
wortel, parut
kol potong kecil-kecil
rawit potong-potong
bawang merah, cincang halus
bawang putih, cincang halus
cabe merah potong miring
garam, penyedap rasa, merica, gula

cara buat:
untuk isi
Tumis bawang merah dan bawang putih cincang hingga harum, masukkan rawit, cabe merah, kemudian wortel dan kol. Masukkan bumbu, cek rasa. Angkat.

Masukkan isi kedalam tahu goreng, kemudian balurkan dengan terigu yang sudah diberi air, goreng hingga matang.

Jum'at

Demikian kumpulan bekal sederhana Kaka Hasya untuk pekan ini, semoga dapat memberi inspirasi. 
Semoga pekan depan lebih baik lagi.



Minggu, 11 Agustus 2024

Bekal Sekolah Sederhana ala Ibu Hasti

Sudah beberapa minggu Kaka Hasya mulai sekolah. Gembira banget, deh. Sudah lama Kaka pengen pake seragam abu-abu yang di bajunya ada lambang OSIS. Alhamdulillah tercapai, ya.

Minggu pertama Kaka belum mau bawa bekal, masih adaptasi kelas, teman, dan suasana juga. Minggu berikutnya baru mulai nagih untuk dibuatin bekal. Salah satu alasannya adalah, kelasnya di lantai 3 kalau istirahat mau jajan jalannya jauh. Jadi lebih baik bawa bekel, katanya.

Ibunya ini yang gak bisa masak, berusaha, dong. Hehehe

Gak apa-apa, meski seadanya semoga bisa dimakan.

Baiklah, saya spill bekal Kaka Hasya dalam seminggu pertama, semoga sedikit menjadi inspirasi atau bahan pertimbangan untuk membuat bekal.

Mohon maaf dengan keadaan foto yang seadanya juga, ya.

 

Hari Senin

Untuk awal dimulai dengan bekal risoles mayo dan spageti bolognese.

Spageti pakai yang instan saja, tinggal rebus kasih bumbu, beres.

Risoles mayo baru bikin. Biar gak terlalu ribet saya pakai roti.



Bahan risoles mayo:

Roti tanpa pinggiran digiling hingga pipih

Telur rebus potong sesuai selera

Sosis goreng potong sesuai selera

Saus :

Mayonaise, saos sambal, kental manis dicampur.

Cara buat :

Susun telur rebus, sosis diatas roti kemudian beri saus. Gulung seperti risoles. Balur dengan tepung roti. Goreng.

 

Hari Selasa

Kaka Pengen bawa nasi mentai, tapi saya bingung temannya apa. Akhirnya pake tortila saja.

Tortila bisa beli aja, ya.


Resep nasi mentai ala Kaka Hasya

Nasi panas dicampur dengan minyak wijen

Sosis goreng

Saus mentai:

Campur mayonaise dan saus sambal

Cara buat :

Susun nasi di tempat makan, atasnya diberi saus dan terakhir beri toping sosis goreng. Sederhana saja.

 

Hari Rabu

Hari ini tidak ada yang dibuat, Ibu masih kekurangan ide. Cukup goreng nugget, goreng kentang, dan goreng risoles mayo yang dibuat kemarin.

Risoles mayo bisa jadi frozen juga, lumayan sekali buat bisa untuk 2 kali bekal.

 


Hari Kamis

Kamis manis, kembali spageti yang menjadi pilihan. Kali ini spageti carbonara, ini sih favoritnya Kaka Hasya.

Dan, spagetinya instan, ya. Ibu less effort buat bikinnya, nih.

Ditemani sosis goreng dan otak-otak goreng, tidak lupa cocolan mayonaise dan saus sambal.

 


Hari Jum’at

Hari ini sebelum subuh Kaka malah bilang gak usah bekel, karena sebentar sekolahnya. Padahal Ibu sudah bikin makaroni skutel, loh.

Makaroni udah siap tinggal masuk oven, jadi gak Ibu siapin, deh.

Eh, setelah subuh baru kepikiran meski sebentar tetep aja ada istirahat,kan. Akhirnya Ibu nyalain oven, masuklah makaroni kesana.

Nugget, biskuit, dan susu menjadi teman makaroni.

 


Resep makaroni ala Ibu Hasti

Bahan:

Makaroni direbus, saya pake 100 gram

Telur ayam 1 buah, kocok lepas

Keju yang ukuran kecil 60 ml, parut

Susu 200ml

Sosis dipotong kecil-kecil

Bawang putih

Penyedap ayam, garam, merica bubuk, pala bubuk, gula pasir

Cara buat :

Tumis bawang putih dengan mentega, masukkan sosis masak hingga matang, masukkan susu, keju, beri bumbu penyedap, garam, merica, pala, gula sedikit. Koreksi rasa, jika sudah pas masukkan makaroni dan terakhir telur kocok. Aduk hingga tercampur rata.

Masukkan ke alumunium foil, beri keju untuk toping, panggang.

 

Untuk yang saya kurang lama memanggangnya karena sudah waktunya berangkat sekolah. Jadi keju masih kurang kering. Tapi enak, kok, kata Kaka Hasya.

 

Hari Sabtu

Sekolah Kaka masih ada pelajaran di hari sabtu, jadi bekal tetap harus dibuat.

Untuk hari ini, lumpia basah dan jamur krispy yang Kaka bawa.


Jamur krispy

Bahan :

Jamur dipotong sesuai selera

Tepung terigu

Cara buat:

Bahan A : Campur sedikit tepung terigu dengan air, tambahkan bawang putih bubuk, garam, merica, penyedap jamur.

Bahan B : Siapkan tepung terigu campur bawang putih bubuk, garam, penyedap, garam.

Balur bahan A dengan bahan B, kemudian goreng hingga matang.


Demikian menu seminggu bekal kaka Hasya. Mari, mulai berpikir untuk seminggu ke depan. Semoga makin variatif, estetik, dan menarik.

salam hangat dari sayah yang masih semangat.

Minggu, 04 Agustus 2024

Kami dan Kereta Kahuripan

Perjalanan dengan kereta kahuripan sebenarnya bukan yang pertama bagi kami, Hasya dan saya. Beberapa kali kami memilih kereta ini untuk perjalanan kami menuju Yogyakarta.

Kereta kahuripan adalah kereta ekonomi dengan rute Kiaracondong - Blitar PP.  Kereta ekonomi ini menjadi salah satu favorit, karena harga tiket yang sangat terjangkau. Menjadi pilihan favorit terlihat dari selalu habis tiketnya.

Jangan berharap mendapat tempat duduk yang diinginkan jika membeli tiket dekat dengan waktu pemberangkatan. Apalagi ketika pergi berombongan, disarankan untuk membeli tiket jauh hari karena sekarang KAI sudah mempermudah pembelian tiket dapat dilakukan 45 hari sebelum keberangkatan. Asyik, kan?

Baiklah pembukaan dengan informasi kereta kahuripan sudah, sekarang cerita kami dan kereta kahuripan.

Siapa kami? Adalah 7 orang yang terdiri dari 3 Ibu dan 4 Anak yang ingin merasakan pengalaman naik kereta kahuripan. Start dari stasiun kiaracondong menuju stasiun lempuyangan, Yogyakarta. 

Baru saya dan Kaka Hasya yang sudah menjajal kahuripan, 5 orang lainnya, belum. Jadi ini adalah pengalaman pertama mereka. Gimana kesannya? Lanjutkan baca, ya.

Karena perjalanan ini bisa dibilang dadakan, jadi kami baru membeli tiket dekat dengan hari keberangkatan, sehingga kami duduk terpisah.

Untuk yang belum tahu, kereta kahuripan ini memiliki formasi 2-3 dan berhadapan. Kursi tegak tidak dapat diputar atau digerakkan. Posisi sedikit berdekatan, sehingga kemungkinan lutut penumpang yang duduk berhadapan saling bertemu itu sangat besar.

Jadi, kami mendapat tempat duduk agak berjauhan meski masih satu gerbong. Isma dan 2 anak duduk di kursi ber-6, saya dan Uwie dengan masing-masing 1 anak duduk di kursi ber-4 dan ini pun tidak bersebelahan tapi berhadapan dan di sebelah gang.

Bisa dibayangkan, kami sulit mengobrol bahkan untuk Uwie dengan Khal yang masih berusia 9 tahun pasti mengalami kesulitan. Tapi, bersama kesulitan ada kemudahan, bukan? 

Di kursi saya dan Hasya, 2 kursi masih kosong. Jadi kami duduk bersebelahan dan Khal bisa tidur selonjoran untuk sesaat, karena di Tasik pemilik kursi datang. Khal pindah kembali ke tempat duduknya. Agar nyaman, Uwie menyimpan tas diantara kaki jadi Khal bisa tidur selonjoran dengan kepala di Uwie dan kaki di tempat duduknya. Lumayan nyaman untuk Khal dan lumayan pegal untuk Uwie.

Pengorbanan Ibu nyata adanya, ya!

Oh, iya perjalanan Bandung-Yogya kurang lebih selama 7 jam. Karena berangkat malam sehingga tidak terlalu terasa karena dipakai untuk tidur.

Apakah perjalanan lancar? Sedikit bermasalah sebenarnya. Bukan dari kami tapi dari penumpang lain. Mereka sepertinya rombongan, karena mereka mengobrol dengan suara keras, bergantian duduknya. Dan yang lebih mengganggu adalah mereka memasang audio berisi ceramah. Oke, bukan masalah ceramahnya tapi volume suara yang terlalu keras menurut saya membuat penumpang lain sedikit terganggu.

Memang ceramah itu baik, tapi jika di tempat umum dan sudah malam mungkin harus dipikirkan lagi, takut mengganggu. Kita tidak tahu bagaimana penumpang lain, apakah ingin beristirahat atau tidak.

Untuk kalian, tolong apabila di tempat umum hormati orang lain. Jangan sampai karena kita merasa itu baik malah jadi mengganggu.

Akhirnya audio dimatikan sekitar pukul 12 lebih. berarti sekitar 2 jam kami mendengarkan.

Kereta Kahuripan berangkat pukul 22.20 dan tiba di Lempuyangan pukul 06.12 pagi. Jadi, kami solat subuh di kursi masing-masing.

Di kereta kahuripan juga ada restorasi, kalau ingin makan atau minum dengan sedikit nyaman silakan menuju restorasi. Di sana lebih lapang, tersedia juga berbagai pilihan makanan.

Atau kalau malas untuk ke restorasi karena harus melewati beberapa gerbong, bisa juga memesan makanan dan minuman dari petugas yang akan menawarkannya ke setiap gerbong.

Akhirnya kami sampai di stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. 

Bagaimana penilaian anak-anak tentang kereta ini? Cukup kata mereka, cukup pegal hehehehe....

Walau pegal tapi mereka bisa tidur, kok. Walau duduknya sempit tapi masih bisa menikmati. Terima kasih anak-anak, kalian memang okey. Gak ngeluh dan tetep antusias menyambut jalan-jalan kita di Yogyakarta.

Begitulah sedikit gambaran kereta kahuripan, seperti yang saya bilang kepada mereka : "Naik kereta ekonomi bukan mencari kenyamanan tapi mendapatkan pengalaman"

kami di stasiun kiaracondong