Jumat, 14 September 2018

Kue Semprit Warisan Uyut


Kali ini ingin berbagi resep kue kering, kue ini dibuat dirumah turun temurun dari uyut, loh. Bentuknya sederhana tapi rasanya nikmat banget.

Setiap lebaran pasti dibuat, yang ingin mencoba resep boleh banget. Oh,iya dulu jamannya mbah uyut tengah kue diberi hiasannya kismis, kalau sekarang kita mengganti dengan coklat chips yang warna-warni.

Mohon maaf untuk foto belum punya yang original karena belum sempat foto, kurang lebih bentuknya seperti yang ini kok.

           Semprit Uyut




Bahan :
6 butir  kuning telur
4 butir  putih telur
300 gr  mentega
600 gr  tepung sagu
300 gr  tepung terigu
300 gr  gula halus
3 sdm  kental manis
2 sdm  susu bubuk

Cara Membuat :
1. Kocok mentega dan gula hingga tercampur menggunakan mixer, kemudian masukkan telur aduk rata.
2. Masukkan terigu dan bahan lain, kocok sampai teraduk rata.
3. Semprit dan panggang 

Itulah resep turun menurun keluarga kami yang masih selalu dibuat saat lebaran, kalau ada mau coba membuat, silakan. Untuk hiasan tengah kue boleh disesuaikan dengan kesukaan, loh.
Boleh komen kalau sudah eksekusi yaaa....terima kasih.


Gambar ilustrasi : rajakuekering.com

3 Wanita Pembela Islam

               Gambar: republika.co.id


Sahabiyah adalah para sahabat wanita di jaman rasul. Peranan para sahabiyah sangan besar untuk islam. Mereka adalah para wanita inspiratif, kuat keyakinan dan imannya.
Kali ini, akan di bahas tentang para sahabiyah yang sering terlupakan, padahal yang mereka lakukan dapat kita tiru agar kita mendapatkan kebaikan yang sama dengan mereka. Baiklah, mari kita simak siapa saja para sahabiyah.

1. Asma binti Abu Bakar 
Asma binti Abu Bakar adalah putri dari Abu Bakar Ash-Shidiq, beliau adalah wanita kuat dengan tingkat keimanan yang tinggi. Beliau adalah salah seorang dari golongan pertama yang mengikuti Rasulullah SAW. Beliau adalah wanita yang dermawan, senang bersedekah dan tidak pernah mengumpulkan harta atau apapun. Pernah ketika beliau sakit, seluruh hamba sahayanya dibebaskan. Pernah pula beliau memberikan seluruh hartanya hingga lupa menyimpan sedikit makanan untuk beliau berbuka.
Asma binti Abu Bakar juga mengerjakan urusan rumah tangganya sendiri, bahkan dalam mengurus kudapun beliau lakukan sendiri, dari mulai memotong tanaman untuk makanan kuda, membawa ke kandang, hingga membersihkan kuda. 

2. Ummu Mahjan
Mungkin banyak yang belum tahu atau bahkan belum pernah mendengar namanya. Tapi, keistimewaan dari Ummu Mahjan ini adalah Rasulullah sendiri yang solat di kuburnya. Amalan apa yang dilakukannya? Ternyata, beliau selalu membersihkan mesjid.
Beliau adalah wanita yang miskin, tua, dan lemah namun memiliki aqidah yang kuat, sehingga muncul kerisauan dalam dirinya apa yang dapat diperbuat untuk agama? Akhirnya, beliau dengan segenap hati dan tenaga selalu membersihkan mesjid tempat Rasulullah dan para sahabat bermusyawarah. 
Hal ini membuktikan bahwa sekecil apapun yang dilakukan untuk agama, Allah pasti akan melihat. Sekarang adakah kita sudah memikirkan agama?

3. Ummu Syuraik
Tidak banyak yang mengenal beliau, padahal ada satu ayat dalam Al-qur'an yang diturunkan berdasarkan permintaan beliau kepada Rasulullah. Ummu Syuraik atau nama aslinya adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. Kisah yang bisa di abadikan hanya penggalan singkat tentang kehidupannya, namun di dalamnya terdapat keagungan dan keabadian.

Setelah masuk Islam dan keimanan yang begitu kuat tertanam, Ummu Syuraik langsung memahami kewajiban yang harus ia lakukan terhadap agama ini hingga ia curahkan seluruh waktu dan tenaga untuk menyebarkan dakwah tauhid, menjunjung tinggi kalimat Allah, mengangkat panji “la ilaha illallah Muhammadur rasulullah”

Ummu Syuraik mulai aktif berdakwah, pada saat menemui kaum wanita Quraisy beliau mengajak dan mendorong mereka mencintai Islam tanpa lelah ataupun jemu, dan hal ini harus dilakukan sembunyi-sembunyi. Beliau sadar banyak pengorbanan, duka derita, gangguan, dan ujian yang tengah menanti, baik dalam jiwa maupun harta benda. Karena ketulusan iman beliau menjadikan banyak kaum musyrikin masuk Islam.
Tidak lama berselang takdir Allah menghendaki masa ujian dan cobaan mulai berlaku. Ummu Syuraik akhirnya tertangkap oleh penduduk mekkah dan dikembalikan ke kaumnya. Penangkapan dan pengembaliannya ke kaumnya bukan tanpa kesulitan, siksaan demi siksaan dia terima. Tapi, keteguhan iman dan keyakinannya membuat beliau selalu menyerukan tauhid, sehingga menjadikannya sebab banyak orang meyakini Islam.
Nabi bersabda, “Demi Allah, sekiranya Allah memberikan petunjuk pada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu dari unta merah’.”


Demikianlah, kisah para sahabiyah yang dengan segenap hati meyakini dan mencintai agama diatas kemampuannya sendiri. Menjadi seorang wanita bukan berarti lemah dan tidak mampu membela agama, dengan kemampuan dan kekuatan wanita maka dapatlah membela agama.
Semoga kita semua dapat mengambil inspirasi dari para sahabiyah ini, selamat berjuang para wanita.

Kamis, 13 September 2018

Nah! Ramuan Tradisional Bisa Mengatasi Sakit Anak, Lihat Nomer 3



Orang tua pasti tidak mau apabila anaknya sampai sakit, karena tidak tega melihat anak yang biasanya ceria, tidak bisa diam, penuh senyum tiba-tiba menjadi pendiam, lesu, dan terlihat tidak berdaya. Tetapi, kadang keadaan itu harus dihadapi. Kecenderungan anak sakit memang lebih tinggi daripada orang dewasa.
Penyakit rutin yang sering diderita anak adalah demam, flu, batuk, atau luka lebam karena jatuh. Daripada orang tua langsung panik dan membawa ke dokter, ada ramuan tradisional untuk mengatasinya.
Berikut ramuan tradisional sebagai pertolongan pertama ketika anak mengalami sakit. 

1. Demam
               Gambar: pixabay.com

Sering kali anak mengalami ini, sebaiknya dihindari pemberian obat penurun panas ketika anak baru mengalami demam. Ambil bawang merah lalu parut campur dengan sedikit minyak telon atau kayu putih kemudian balurkan pada tubuh anak. Selimuti dengan kain tipis, kalau demamnya tinggi bisa dikompres dengan air hangat.
Perbanyak minum agar anak terhindar dari dehidrasi, beri madu atau air kelapa bisa jadi tambahan cairan untuk anak.

2. Batuk
Bila anak terserang batuk, bisa diberikan perasan jeruk lemon dicampur madu dengan sedikit air hangat. Bisa juga dengan memberikan kunyit bubuk yang dicampur madu.

3. Flu biasa
Flu atau pilek bisa diatasi dengan memberikan parutan bawang merah, balurkan pada tengkuk anak dan ubun-ubunnya. Berikan juga minuman yang hangat bisa air jahe atau beras kencur. 
Jemur anak dibawah sinar matahari pagi maksimal 20 menit di bagian dada dan punggung.
Menghirup uap panas dari air yang sudah ditetesi minyak telon dapat membantu melegakan pernafasan.

4. Luka lebam/ ringan
Anak-anak pasti tidak bisa diam, karena tingkat keingintahuannya yang tinggi. Luka ringan karena jatuh, terbentur pasti sering terjadi. Penangannya untuk luka ini adalah dengan mengoleskan madu murni atau minyak tawon ada luka, bersihkan dulu sebelumnya ya.
Jika benjol, rendam beras kemudian tumbuk dengan kencur beri sedikit garam lalu balurkan pada luka.

Ternyata, dengan memakai rempah yang ada dirumah dapat mengatasi sakit pada anak, semoga anak-anak sehat selalu. Menjaga anak tetap bahagia dapat meningkatkan kesehatan mereka juga. Semoga membantu.

Selasa, 11 September 2018

4 Model Gamis, Nomer 2 Cantik


             Gambar: detik.com



Gamis dalam kbbi artinya adalah baju panjang menyerupai kemeja dengan potongan longgar. Dalam pengertian lain, yang dikenal di kalangan muslimah terutama Indonesia, gamis adalah pakaian panjang tanpa potongan dari bahu hingga lutut. Pada gamis tidak ada model, hanya terusan polos.

Sekarang ini sudah banyak beragam model gamis yang dapat digunakan untuk setiap suasana, digabungkan dengan outer dan kerudung panjang sudah menjadi favorit bagi muslimah Indonesia.
Sekarang ini sudah banyak model gamis yang bisa dipilih. Untuk kali ini baru empat jenis gamis yang diangkat untuk referensi dan ide memakai gamis. Yuks, disimak...

1. Gamis Polos
        Gambar : infokebaya.com

Gamis model ini bisa dipakai untuk sehari-hari, main, ke kampus, dan bisa juga dipakai untuk ke pesta atau undangan yang agak santai. Model gamis ini paling bisa untuk di mix en match dengan khimar atau hijab corak juga. Cocok untuk kalian yang suka simple.

2. Gamis Ruffle

          Gambar : dream.co.id


Gamis model ini termasuk gamis cantik, ada hiasan tambahan pada gamis sehingga gamis bisa dipakai ke undangan, arisan, kumpul-kumpul acara keluarga atau teman.


3. Gamis dua warna

         Gambar : baronytavern.com

Untuk kalian yang ingin santai, simple, tapi tetap ada variasi pada pakaian, bisa memilih model gamis dua warna ini. Permainan warna pada gamis akan menonjolkan karakter kalian.


4. Gamis bercorak

      Gambar : inkfashionmuslim.com


Nah, gamis juga bisa memakai bahan yang bercorak, loh. Motif bisa berupa gambar, kotak-kotak, garis, bahkan motif batikpun bisa di kolaborasi dengan cantik.

Baiklah, empat model gamis yang semoga bisa menjadi inspirasi. Oh,iya...gamis bisa juga dipakai untuk olah raga, loh. Jangan kuatir kepanasan, karena bahan gamis bisa dipilih sesuai kebutuhan ya. Selamat memakai gamis, jadi sekarang bisa bilang  "Pakai gamis, siapa takut?!"

5 cara agar dekat dengan anak





Anak-anak adalah penghibur, penyenang hati, penerus keturunan, yang terutama adalah investasi dunia akhirat. Anak sholeh adalah tujuan dan keinginan dari setiap orang tua, hanya terkadang orang tua bingung bagaimana mendidiknya. 

Sebenarnya dengan komunikasi dan keterbukaan hal ini dapat mempermudah usaha orang tua.
Bagaimana agar anak terbuka pada orang tua, silakan menyimak 5 hal yang dapat dilakukan orang tua agar dekat dengan anak.

1. Panggil anak dengan panggilan istimewa

Jangan memanggil anak dengan panggilan yang kurang baik ya... Panggilan sayang dan istimewa dapat membuat anak merasa istimewa juga. Panggilan seperti kaka, adik, juga bisa dipakai agar anak lebih merasa berbeda. 

Jangan pelit dalam memberikan pujian juga, ketika anak melakukan kebaikan maka langsung berikan respon positif dan pujian. Reward dan punishment bisa juga dilakukan, tentu sesuai dengan usia anak.

2. Hindari memotong pembicaraan

Biasanya orang tua ada yang tidak sabar ketika anaknya bercerita, sehingga memotong dan langsung menanyakan inti "curhat" anak. Sebaiknya dengarkan saja dulu biarkan anak mencari model curhatnya sendiri.

Kritik pedas juga dihindari ya, karena tidak ada anak yang senang dhakimi, lebih baik orang tua bersikap seperti teman dulu. Kalau terlalu sering dikritik anak malah jadi enggan untuk bercerita lagi karena ketidaknyamanan saat bercerita.

3. Komunikasi 

Komunikasi yang gimana sih? Sebaiknya komunikasi dua arah, jadi tidak melulu orang tua yang memberikan cerita tapi anak juga punya kesempatan yang sama. Hindari juga memberikan saran yang berlebihan ataupun terlalu cepat sehingga anak merasa dihakimi.

Misalnya, anak baru bercerita tadi jatuh didepan rumah belum selesai bercerita orang tua sudah langsung memberi saran harus hati-hati kalau berjalan. Anak pasti langsung terdiam karena belum selesai cerita sudah dinasehati lagi.

4. Hindari menekan anak

Orang tua pasti punya harapan dan keinginan terhadap anak, tapi jika terlalu ditekankan akan membuat anak menjadi menjauh dan tidak terbuka pada orang tua, apalagi jika ditambah dengan pemukulan, cubitan, dan pembullyan.
Orang tua kadang secara tidak sadar sudah membully anak, yang seperti apa itu? Kalimat mengejek atau merendahkan yang tidak disadari oleh orang tua kerap diucapkan meskipun dengan maksud bercanda. Hindari kalimat ini agar anak tetap merasa aman dan nyaman ketika becerita pada orang tua.

5. Lakukan terus dan sabar

Disinilah kuncinya, lakukan langkah diatas dengan terus menerus sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan orang tua, komunikasi bisa dilakukan saat sedang makan, di perjalanan atau bahkan sengaja mencari waktu khusus dengan anak. Lakukan berulang karena hubungan baik tidak terjadi satu hari. 

Sabar adalah kunci lainnya, mungkin saat ini anak belum bisa atau belum terbiasa bercerita kepada orang tua tapi lama kelamaan pasti akan merasa nyaman. Konsisten dan sabar adalah modal orang tua yang ingin anaknya terbuka dan dekat dengannya.

Nah, sudah ada sedikit gambaran biar anak lebih terbuka dan merasa nyaman dengan orang tuanya? 
Silakan dipraktekkan, dilakukan saat anak masih kecil sehingga tercipta kebiasaan baik hingga dewasa, insyaallah.