Rabu, 14 Juni 2023

Me and My Life

Aku hanyalah seorang gadis kecil yang sedang mencoba mencari jati diri, seorang manusia yag mencoba memahami hidup. ketika orang disana berkata bahwa dunia ini indah, ingin rasanya aku merasakannya. ketika orang mengatakan bahwa dunia ini kejam, ada setitik rasa takut menghampiri.

Aku adalah seorang pencari makna hidup, belum dapat kutemukan apa yang menjadi hasrat dari hatiku. terkadang ada sedikit rasa iri pada mereka yang bisa bebas, seakan mereka memiliki dunia ini. terkadang terselip rasa ingin juga membuat dunia menjadi tempat bermain.

Aku terbuat dari rasa yang belum genap, masih memerlukan bumbu yang dapat membuat menjadi sempurna. Tapi, apa sebenarnya kesempurnaan itu? Apakah jika bisa memiliki dunia maka disebut sempurna? Ataukah ketika bisa membuat orang lain bertekuk lutut maka itu adalah sempurna? Ataukah ketika dapat mencapai semua hasrat diri, maka itu sempurna?

Aku hanya ingin jawaban dari segala pertanyaan yang banyak beterbangan dalam hatiku, bahkan terkadang hingga ke otak. Mereka datang begitu saja membentuk suara dengungan panjang dan riuh membuat diri menjadi gelisah.

Aah, Aku menginginkan rasa nyaman. Bisakah seseorang memberikannya untukku? Adakah keadaan atau tujuan yang dapat membuatnya? Jikalau ada, tolong beri petunjuk agar Aku dapat menggapainya. Teringat akan bunga edelweis, bukan tanpa alasan disebut sebagai bunga abadi. 

Edelweiss, sulit didapat tapi abadi mekar hidupnya. Dapatkah diriku sepertinya, sulit didapatkan, sulit dimiliki, bahkan sulit juga dilihat. Namun, setelah didapat akan memberikan seluruh hidup dan keindahnya bagi pemetiknya. Istimewa, bukan?

Dulu, bunga ini sulit didapat, tidak sembarangan orang dapat memilikinya. Sekarang? bunga ini bahkan sudah dapat diperjualbelikan, keistimewaannya berkurang, itu menurutku. Ataukah hal ini melambangkan sesuatu yang lain? Yang mana segalanya dapat dimiliki dengan uang?

Entahlah, silakan berpikir sendiri, Aku takkan membiarkan diriku larut dalam hal yang tidak penting ini. Hanya ingin berbagi dengan mereka yang istimewa, yang mau memberikan yang terbaik dalam hidupnya untuk mendapatkan sesuatu. 




Selasa, 13 Juni 2023

Hari Ulang Tahun


Teruntuk Kaka Hasya,
Entah kapan tulisan ini akan sampai kepadamu, anakku.
Bisa saja secepatnya, lambat, atau mungkin tidak akan pernah terbaca. 

Hari ini tanggal 13 Juni 2023, tepat 15 tahun usiamu. Waktu terasa cepat berlalu menurut Ibu. Remaja kini sebutanmu, anak gadis yang mulai memiliki keinginan, memiliki impian, memiliki ketertarikan sendiri. Gadis yang mulai memancarkan pesonanya, mulai menarik bagi pemuda.
Begitu terasa perbedaan saat kecilmu dengan usiamu sekarang ini, terkadang Ibu merasa terseret-seret untuk membersamai langkahmu. Iya, langkahmu terkadang membuat Ibu merasa takjub.

Kaka, Cantik, Cembrew (ini gak tau kenapa ada panggilan ini) anak Ibu.
Semakin bertambah usia bukan berarti makin bebas, pahami bahwa dengan itu akan ada tanggung jawab yang lebih besar lagi yang menunggumu, ada hal-hal yang baru terjadi, entah itu yang menyenangkan atau menyakitkan. Bisa saja sesuai dengan harapan dan impian namun lebih sering kecewa yang terjadi.
Bertambah usia berkorelasi dengan berkurangnya umur, iya ... semakin dekat dengan akhir hidup. 
Seperti yang sering Ibu katakan bahwa dunia hanya sementara, jadikan sebagai ladang mencari pahala untuk kehidupan yang kekal nanti di akhirat.

Sayang, hari ini mungkin kau anggap spesial, berarti, dan yang ditunggu. Dalam bayanganmu akan ada kejutan atau sebuah kue cantik bahkan kado untukmu. Kenyataannya tidaklah ada semua itu, hari ini seperti hari yang lalu, biasa. Kecewa, mungkin itu yang terbesit dalam hatimu. Sedih, itu yang menemanimu hari ini.
Hari ini, seperti biasa Ibu mengingatkan untuk salat subuh, bedanya ada do'a yang lebih banyak untukmu. Pagi hari biasa saja, tugas menyapu masih harus kau kerjakan. Tidak ada sarapan istimewa, tidak ada perlakuan istimewa, tidak ada ucapan istimewa. Hari yang biasa saja.

Ibu juga pergi mengantar Ati ke dokter, pulang dari rumah sakit juga gak bawa makanan apa-apa, padahal biasanya Ibu pasti bawa sesuatu. Maafkan, karena ada kejadian yang membuat Ibu menjadi gak enak hati, selain itu, memang gak ada waktu untuk membeli sesuatu.

Ibu merasakan ada kesedihan, ada kekecewaan, ada juga pengharapan.
Ibu berharap Kaka dapat mencerna hari ini dengan baik, hari lahir bukanlah hari istimewa untuk diperingati, tanggal ini setiap tahun hanyalah pertanda untuk lebih dekat lagi menuju hal baru, cerita baru, tanggung jawab baru.
Semakin hari akan semakin dekat menuju akhir, garis finish dunia. Ibu tidak ingin dengan tertawa, dengan hingar bingar mengantar Kaka menuju garis itu. Ibu ingin mengantar dengan do'a dengan memohon perlindungan dan dengan kesederhanaan.

Sayang, bukankah telah banyak hari istimewa mewarnai harimu?
Bukankan telah ada beberapa kue tersaji, makanan istimewa yang telah Kaka rasakan, berapa banyak kado yang telah diterima?
Ingin Ibu katakan bahwa semua itu bisa didapat bukan hanya di hari lahirmu saja.

Justru dengan bertambah usia sedapat mungkin Kaka makin banyak istighfar, plus bersyukur.

Maafkan Ibu yang sedang berusaha membuat Allah senang, membuat Allah ridho, salah satunya dengan meninggalkan apa yang Allah tidak sukai atau benci. Belum semua dapat Ibu lakukan, tapi, jika belum dapat melakukan semua jangan tinggalkan semua.

Ibu tidak mau membuat Kaka bersedih di hari nanti, sedih hari ini semoga menjadi rasa syukur Kaka di hari nanti. Ibu insyaallah ridho pada Kaka. 

Ibu sayang Kaka, ketika Kaka membanggakan, membahagiakan, berbuat kebaikan.
Ibu sayang Kaka, ketika Kaka membuat kesalahan, cemberut, marah-marah.
Ibu sayang Kaka untuk apa pun yang Kaka lakukan. Ibu menyukai Kaka sejak pertama tahu Kaka hadir di rahim Ibu. Ibu jatuh cinta pada pandangan pertama pada Kaka sejak terlahir ke dunia. 

Di hari lahir Kaka ini, Ibu berharap banyak kebaikan untuk Kaka, do'a sama yang selalu Ibu minta adalah agar Kaka menjadi anak solehah, anak yang selalu melaksanakan salat, anak yang mencintai Allah sekaligus takut pada Allah. Anak yang senang bergaul dengan Al-qur'an, yang mencintai Rasulullah dan menjalankan sunnahnya. Anak yang Allah ridhoi untuk menjadi penghuni surga kelak.

Anak yang selalu menerima dengan sabar dan salat untuk segala kesulitan yang terjadi, anak yang selalu bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan. Rejeki yang berlimpah, barokah. Usia yang bermanfaat, ilmu yang dapat diamalkan, dan kebahagiaan dunia akhirat untuk Kaka selamanya. aamiin.

Terakhir, kejutan dari Allah itu jelas dan nyata, iya, kan?
Jawaban atas kesenduan di hari ini telah Allah berikan.
Selepas magrib, teman-teman Kaka datang dengan membawa kebahagiaan, sekotak donat dan ketulusan perhatian dari mereka menjadi penutup hari dengan kebahagiaan.
See, Allah will never let you down. Allah knows what best for you and great timing for everything.

Anak Ibu, tolong jaga amalan, mungkin rasanya meletihkan, menyebalkan, membosankan untuk Kaka, tapi akan ada harinya semua itu menjadi kebahagiaan.
Simpan dunia hanya di genggaman, penuhi hati dengan Allah. 
Laa illahaillallah.


Jalani, Nikmati, Syukuri
Tertanda,

Ibu yang tidak sempurna dalam membersamai namun memiliki rasa sempurna untuk Kaka Hasya.

Kamis, 11 Mei 2023

curahan hati

19 September 2022

Jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran. Jangan pernah menyerah pada keadaan, karena sejatinya keadaan dapat diatasi. Dunia hanyalah sementara, akhiratlah yang abadi. 

Berbuat baiklah, jangan pernah bosan. Meskipun kebaikanmu tidak terbalaskan langsung tapi yakinlah Allah akan membalasnya, cepat atau lambat.

Bersikaplah baik, lakukan segala sesuatu dengan penuh ikhlas. meskipun kau belum tahu apa itu ikhlas. Karena terkadang masih ada rasa ingin terbalaskan. Ketika berharap, berharaplah hanya kepada Allah. Tiada yang dapat memberikan kebaikan maupun keburukan kecuali Allah mengijinkan.

Ketika merasa sudah melakukan kebaikan, istigfar. Tiada kebaikan yang berarti baik ketika hanya diri kita sendiri yang merasakannya. Periksa kembali hati, apakah berubah ketika mendapatkan kebahagiaan atau musibah?

Malam ini, 10 menit menjelang pukul 24.00. Ahad akan berubah menjadi senin, waktu akan kembali menjadi 1 lagi. Bilakah ada jawaban dari pertanyaannya? 

Satu persatu beban dan ganjalan di hati terutarakan. Ya, dibutuhkan 2 tahun lebih untuk mengungkapkannya. Ketika diri sudah merasa melakukan segalanya, sudah berkorban banyak, terutama sudah muak dengan keadaan. Hingga merasa tidak ada lagi yang diinginkan dalam hidup. Ketika jiwa memberontak dan merasa jenuh, apakah berarti kurang iman? 

Jika merasa cukup dengan segala aturan dan keharusan, bertanya mengapa harus aku yang menjalani ini? Apakah berarti bahwa lemah?

Ketika merasa keterbatasan menjadi penghalang kebahagiaan, apakah berarti tidak mensyukuri?

Ketika melihat masalah terlalu besar untuk dihadapi, apakah berarti menyerah?

Ketika hanya air mata yang dapat mewakili rasa hati, apakah berarti cengeng?

Ketika begitu banyak pertanyaan dalam hati tapi tidak ada jawaban yang dapat memenuhi, apakah berarti menuntut?

Banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan, hanya pada siapa, jujur ada sedikit rasa khawatir. Inginnya diri berteriak saja, atau berlari menjauhi pertanyaan. Bukan sekali menyusuri jalan hanya untuk mengusir rasa. 

Sendiri menyusuri jalan tanpa tujuan pasti, mengeluarkan segala penat. Tapi, belum sempurna. 

Hingga akhirnya belum semua pertanyaan terjawab, hanya terucap "biarlah nanti waktu yang akan menjawab," benarkah?

Kenyataan yang harus dihadapi adalah kebalikan dari keinginan, salahkan jika menginginkan hal yang banyak orang harapkan? benarkah segalanya akan membaik seiring waktu berjalan, benarkah akan tercipta cerita baru dalam goresan hidup?

Kembali lagi, jawabannya ada pada waktu. Hingga diri ini kembali berdiri tegak, mari berjuang. 

Kamis, 22 September 2022

Berlian yang Tersembunyi

 

Oleh : Hastie

Disini, di sudut kafe tempat anak-anak muda berkumpul aku duduk sendiri. Terkadang memang aku senang berada disini, menikmati iced coffe sambil memperhatikan sekitar. Kali ini aku melihat beberapa grup anak sekolah, sepertinya mereka baru pulang sekolah.

Mereka bercanda, tertawa, saling menggoda satu sama lain. Bibirku sedikit tersenyum, membayangkan cerita di masa itu, waktu masih berseragam putih abu. Orang-orang bilang masa SMA adalah saat terbaik dalam hidup, jadi nikmatilah!

Entahlah, kurasa benar tapi juga tidak. Apa yang dianggap biasa ternyata adalah hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Sepertinya biasa saja pergaulan antara laki-laki dan perempuan, sepertinya tidak apa-apa jika anak muda saling berboncengan dengan motor.

Aku juga melakukan itu, dulu saat belum mengetahui apa yang boleh dan tidak. Kini aku menyesali mengapa tidak dari dulu tahu batasan dalam bergaul. Semoga masih bisa kuperbaiki segala kesalahan itu.

Kembali melihat meja lain yang diisi dua anak muda yang sepertinya sedang berkencan. Duh, aku kembali teringat kelakuanku jaman seumur mereka. Ya, rasanya bahagia saat itu bisa pergi berdua dengan “si dia”. Hasrat hati ingin selalu bersama, melakukan kegiatan berdua, jalan berdua, makan berdua. Lupa bahwa Allah memerintahkan untuk menjaga pandangan.

Sudut mataku menangkap kegiatan lain. Sekelompok gadis berhijab sedang berjalan, entah akan kemana. Memang tempat dudukku dekat dengan jendela, tempat favoritku di kafe ini. Dari sini aku dapat melihat dalam sekeliling kafe sekaligus dapat melihat keluar.

“Maaf, Mas. Ini ada titipan,” ucapan pelayan membuatku berpaling.

“Titipan apa, dari siapa?” tanyaku sedikit bingung.

“Itu, dari meja sebelah sana,” jawab pelayan sambal menunjuk pada meja dengan grup gadis remaja berbaju putih abu.

“Oh, iya. Terima kasih,” aku mengambil kertas kecil yang disodorkan pelayan.

Perlahan aku membuka lipatannya, hanya ada sebaris kata disana, boleh kenalan?

Spontan aku melihat kembali ke arah mereka, dan dari mereka hanya satu orang yang menatapku dengan pandangan mengharap jawaban. Kalau mau mengikuti hawa nafsu diri, tentu akan kujawab, boleh. Untungnya masih ada rasa malu yang memenangkan pergolakan batin.

Kulipat kembali kertas itu, lalu aku berdiri bersiap meninggalkan kafe. Kertas kuletakkan kembali di meja. Tanpa menoleh pada meja gadis itu, aku melangkah keluar. Biarlah mereka menganggap aku pria seperti apa, hanya aku merasa mereka masih terlalu muda untuk memulai hal seperti ini.

Di perjalanan menuju tempat parkir, kembali aku teringat sekelompok gadis dengan hijab yang tampak anggun dengan kesederhanaan mereka. Terbesit dalam pikiranku, adakah mereka memiliki hasrat yang sama dengan gadis seusia mereka?

Mungkin saja, tapi mereka dapat menjaga gejolak itu sehingga tidak terlihat oleh orang lain. Bukankah Allah menitipkan rasa suka dan cinta pada sesama, jadi ada kemungkinan mereka mengidolakan seseorang hanya berbeda cara menunjukkannya.

Batasan dalam bergaul pasti sudah mereka ketahui, membuat mereka menjadi berlian yang tersembunyi, itu menurutku. Ingin kudapatkan salah satu berlian tersebut. Semoga aku segera menemukannya.

Tiba-tiba terdengar suara perempuan memanggil, "Mas, tunggu sebentar!"

Bandung, 24 Agustus 2022

Kamis, 01 September 2022

Adakah itu Kita?


9 bulan penuh cinta telah kurasakan, senang, sedih, sakit, bahkan bahagia yang tidak terkira menjadi satu kesatuan cerita yang sempurna. Sejak kehadiranmu seluruh pola kehidupanku berubah, bukan sekali aku merasa aneh dengan diriku sendiri. Beberapa hal yang sebelumnya kusukai menjadi hal yang paling kuhindari.

Seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, aku yang tidak biasa bermanja-manja tiba-tiba ingin diperhatikan. Hanya karena seperti tidak ada yang mengerti perasaanku, terjadilah drama. Awalnya aku marah-marah tanpa alasan, kemudian ditutup dengan menangis. Setelahnya aku pun bingung dengan diriku sendiri.

Belum lagi pilihan makanan yang jadi berubah, meski tidak terlalu berbeda. Aku lebih memilih makan buah-buahan yang segar, seperti semangka, mentimun. Buah itu harus selalu ada setiap hari. Nafsu makan juga meningkat, rasanya setiap makanan itu … enak!

Berat badan yang meningkat tidak membuatku khawatir, justru membuat senang. Model pakaian berubah, biasanya aku senang memakai celana sekarang lebih memilih rok, rasanya lebih leluasa. Lebih memilih diam di tempat tidur daripada pergi keluar.

Yang lebih membahagiakan adalah, semua orang tampak lebih bahagia ketika melihatku. Mereka juga tidak segan membantu segala keperluan dan keinginanku. Mereka kerap melarangku melakukan kegiatan yang terlalu menguras tenaga.

Semua itu karena kamu, iya … kamu janin dalam perutku yang membuat segalanya berubah menjadi indah. Sejak kehadiranmu dalam diriku, membuat lingkungan dan orang terdekat menjadi lebih perhatian. Aku dan mereka bahagia dan sangat menanti bertemu denganmu. Kamu yang tidak banyak menyusahkan, kamu yang tiba-tiba hadir dalam keheningan.

Segala tentangmu adalah gambaran terbaik dalam episode hidupku. Membeli keperluanmu menjadi hiburan untukku. Melihat baju dengan ukuran mini dan warna-warni membuat asa di hati membuncah. Sulit diungkapkan hanya dapat dirasakan.

Tiba saatnya hari pertemuan kau dan aku. Sore hari saat sang surya mulai menata peraduannya, perutku terasa berbeda, belum pernah kurasakan. Bersamaan dengan bergantinya hari pada malam, kau hadir di dunia ini. Seperti saat hadirmu dalam perutku dengan keheningan, hadirmu di alam ini pun dengan hening. Tiada suara tangisan dan gerakan.

Fisikmu sempurna, Maha besar Allah yang menciptakanmu. Molek parasmu membuat orang yang melihatmu langsung jatuh cinta, hidung mungil, rambut lebat hitam, dagumu yang sedikit lancip menambah manis.

Ternyata tidak ada cerita di dunia yang fana ini untuk kita. 9 bulan kebersamaan cukup untukku merasa berarti, sempurna, bahagia. Tidak mengapa restu Allah untuk kita di dunia hanya sampai sini. Semoga kelak Allah memberi restu pada kita untuk bertemu dalam keadaan baik di surgaNya.

Meski perjuangan untuk bersamamu sudah kulakukan sekuat dan semampu tenaga, tapi untuk melawan restu pemilik diri, tidak dapat kupaksa. Kurelakan kau kembali pada penciptamu, Allah. Kuyakin pasti yang terbaik. Aku mengakui ada sedikit rasa sakit, kehilangan, dan sedih yang berkecamuk namun aku yakin ini adalah yang terbaik.

Bandung, 22 Agustus 2022

                            gambar : Pixabay