Senin, 16 September 2024

Lelah

Pernahkah merasa lelah hingga menagis bukanlah jawaban dari kelelahan?

Pernahkah merasa kecewa hingga sakit hati bukanlah perhentian lagi?

Adakah satu hari dimana tidak ada rasa sama sekali, seakan kebas, mati rasa ?

Bilakah itu terjadi padamu, apa yang kau lakukan?

Berjalan hanya karena harus berjalan, makan hanya karena harus makan, beraktivitas seperti biasa padahal tidak ada keinginan atas itu sedikit pun.

Bukan hanya kamu yang merasakannya, banyak diluar sana yang mendapati dirinya mati rasa dengan segala hal dalam hidupnya.

Benar bahwa hari tidak akan selalu cerah, berwarna. Terkadang mendung, angin kencang, hujan badai dengan petir menggelegar mengiringi.

Benar bahwa tidak selalu ada bahagia ketika bersama dengan yang tercinta, terkadang ada bosan, kesal, marah, kecewa.

Tapi, benarkah kegelapan itu lebih banyak?

Benarkah tidak ada jalan yang indah yang akan dilewati?

Bukankah akan selalu ada sedikit senyuman saat sedih melanda bertubi?

Coba renungkan sejenak saja, rasakan rahmat dan perlindungan dari Allah. Betapa ketika terpuruk sedalam lautan tetap bantuan Allah akan datang. Hanya saja diri yang merasa sedang jatuh tidak mau mengakui pertolongan itu.

Tolong, tarik nafas dalam-dalam dulu sejenak. Rasakan oksigen memenuhi dada, resapi damai yang datang bersamanya, bilapun merasa sendiri coba rasakan hadirnya Allah dalam kalbu. Perlahan ucapkan astagfirullah, pelan-pelan lapangkan hati bersihkan semua rasa negatif, ucapkan dengan yakin astagfirullah, mohon ampun atas segala kesalahan dan kekurangan.

Kemudian, dengan sadar dan pasti kembalikan semua masalah kepada pemilik dunia, Allah. Minta jalan yang terbaik yang dapat dijalani, minta kekuatan dan kemudahan dalam menjalani. Karena sesungguhnya yang maha menolong adalah Allah.

Jangan dulu patah, yaa ….

---**---

Bersama malam dingin yang tiada bercahaya ini, luaskan kembali hati, coba tersenyum meski tanpa sebab.

Mudah? Tentu tidak

Sulit? Mungkin iya mungkin tidak

Jika ingin tahu hasilnya, lakukan saja dulu. Sama seperti kamu melakukan kesedihan seperti kekecewaan yang kamu alamni maka lakukan dulu senyum itu.

Coba paksakan hati untuk kembali berkembang membawa wangi seperti matahari yang membawa sinarnya untuk menerangi pagi.

Beri kesempatan pada diri untuk megubah pikir, biarkan raga kembali pulih untuk menjalani hari yang mungkin tidak lebih baik dari hari ini, tapi, hei, kamu sudah berubah!

Bukankah sudah ada senyum itu?

Bukankah sudah ada penerimaan untuk segala jalan cerita hidup?

Benar masalahmu belum tentu selesai, tapi, dengan hati dan raga yang mumpuni maka masalah yang akan menjauh pergi.

Katakan dengan lantang masalah bukanlah masalah selama ada Allah yang maha besar mendampingi.

---**---

Mungkin terbesit, “ah, mudah untukmu bicara demikian karena kau tidak ada di posisiku, tidak merasakan apa yang kurasakan, tidak tahu betapa berat ini,” jerit dalam hatimu.

Hei, hilangkan itu dari pikiranmu!

Semakin besar kau mencoba menyalahkan keadaan, semakin dalam rasa sakit yang kau rasakan. Pernahkah terbesit olehmu bahwa beberapa orang memiliki masalah yang lebih berat, namun tidak terlihat karena mereka mampu membalutnya dengan senyuman.

Pernahkah terpikirkan bahwa banyak orang yang ingin menjadi sepertimu, dengan keadaan sepertimu, dengan hidupmu yang terlihat indah di mata mereka?

Dunia memang tempatnya masalah, sebentar saja, gak akan lama. Berapa banyak manusia berumur lebih dari 100 tahun? Jarang sekali. Masalah di dunia ini sementara, seperti rasa bahagia yang sementara, sedih juga sementara. Allah selalu memberikan kunci jawaban dari setiap permasalahan yang ada di dunia, tugas kita memintanya. Allah sangat senang diminta sesuatu oleh kita. Allah menunggu kita untuk datang padaNya dan memohon ridhoNya.

Sedangkan kita terkungkung dalam balutan pikiran yang ingin menyelesaikan semua sendiri, berdasarkan kekuatan diri. Siapakah kita dan apalah kekuatan kita, jika Allah tidak memberikan segala ijinNya untuk kita. Bahkan untuk membuka mata saja kita memerlukan kekuatan dari Allah.

---**---

"Hai, kau! mulai berbenah dan belajar menyerahkan segalanya pada Allah," jerit hatimu sendiri yang tidak kau sadari telah memperingatkan.

Benar bahwa tidak ada satu hari terlewati tanpa masalah, namun bukan berarti tidak ada kebahagiaan juga. Akui dengan sadar pasti ada meski hanya beberapa detik kebahagiaan itu datang.

Maka, nikmati dan syukuri lalu jalani lagi hidup dengan ikhlas.

Meski apa itu ikhlas dan bagaimana menciptakan keikhlasan masih menjadi misteri.

---**---

Dibuat di Bandung, 5 mei 2023

Senin, 19 Agustus 2024

Bekal Kaka Hasya Pekan Dua

Pekan kedua membuat bekal untuk Kaka Hasya. Membuat bekal menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk saya. Memasak dan membuat makanan bukanlah keahlian saya kalau memakan masakan yang ada, itu baru favorit.

Mengapa Kaka Hasya dibuatkan bekal, awalnya karena kelas Kaka ada di lantai 3, jadi kalau mau jajan agak jauh. Kemudian memang Kaka pengen bawa bekel, ditanya kenapa mau bawa bekal, cuma mau ajah gitu katanya.

Baiklah, untuk pekan kedua hanya sampai hari jum'at karena sabtu adalah hari kemerdekaan Indonesia jadi anak-anak libur sekolah.

Mangga, yang mau menyimak bekal sederhana ala Ibu Hasti pekan kedua. 

Hari Senin

Diawali dengan nasi bungkus telur, sosis goreng, dan tempe mendoan.

Ibu belum siap dengan bahan-bahan untuk bekal, jadi yang ada di kulkas saja.

Senin

Hari Selasa
Hari ini bekalnya juga sederhana saja. Jasuke dan Ayam Popcorn.
Untuk resepnya gak perlu, ya. Pasti udah pada jago yang ini mah.

Selasa



Hari Rabu
Pekan ini, bekal Kaka beneran sederhana. Hari ini menunya Ayam Katsu dan Kentang Goreng. Saus sambal dan mayonaise tetap ada untuk melengkapi, dong.

Resep Ayam Katsu
Bahan :
Ayam fillet
Tepung Panir

Bumbu marinasi:
Garam, Bawang putih boleh yang dicincang atau yang bubuk, merica, penyedap rasa

Cara Buat:
Ayam yang campur dengan bumbu marinasi, kemudian istirahatkan di kulkas. Karena saya buatnya malam jadi hanya 30 menit saja dimarinasinya. 

Kemudian balur dengan tepung panir, simpan kembali di kulkas. Subuh besoknya baru saya goreng.

Resep kentang goreng

Kentang goreng saya buat sendiri, bukan yang frozen. 
Bahan :
2 buah kentang, potong sesuai selera. Saya memotongnya seperti french fries biasa.

Cara buat:
Potongan kentang direbus dulu dengan garam dan penyedap rasa. tidak perlu terlalu lama agar tidak terlalu lembek, kemudian angkat dan pindahkan ke air dingin.
Lalu balur dengan terigu sedikit saja, baru goreng sampai matang.

Rabu


Hari Kamis
Hari ini ada 3 menu, salad buah, roti bakar isi coklat, dan cookies goreng.
Ini jadi bekal favorit Kaka di pekan ini.

Resep salad buah
Bahan:
Apel 1 buah, potong kotak
Pear 1 buah, potong kotak
Semangka, potong kotak
Jelly atau agar sesukanya
keju

saus salad (campurkan bahan) :
mayonaise
kental manis

Cara membuat:
Satukan buah dalam wadah, kemudian campur dengan saus salad lalu taburi dengan keju parut.

Cookie goreng
Bahan :
Biscuit saya pakai biskuit merk nextar 
terigu
air

Cara buat :
Buat adonan terigu dan air sedikit encer, masukkan cookies lalu goreng.

Kamis

Hari Jum'at
Hari ini sekolah hanya sebentar, jadi bekal juga yang ringan. Karena Kaka suka dengan cookies goreng maka ini diulang. Gehu pedas menjadi pilihan selanjutnya.

Resep gehu pedas
bahan :
Tahu goreng
Terigu
garam, penyedap secukupnya

isi:
wortel, parut
kol potong kecil-kecil
rawit potong-potong
bawang merah, cincang halus
bawang putih, cincang halus
cabe merah potong miring
garam, penyedap rasa, merica, gula

cara buat:
untuk isi
Tumis bawang merah dan bawang putih cincang hingga harum, masukkan rawit, cabe merah, kemudian wortel dan kol. Masukkan bumbu, cek rasa. Angkat.

Masukkan isi kedalam tahu goreng, kemudian balurkan dengan terigu yang sudah diberi air, goreng hingga matang.

Jum'at

Demikian kumpulan bekal sederhana Kaka Hasya untuk pekan ini, semoga dapat memberi inspirasi. 
Semoga pekan depan lebih baik lagi.



Minggu, 11 Agustus 2024

Bekal Sekolah Sederhana ala Ibu Hasti

Sudah beberapa minggu Kaka Hasya mulai sekolah. Gembira banget, deh. Sudah lama Kaka pengen pake seragam abu-abu yang di bajunya ada lambang OSIS. Alhamdulillah tercapai, ya.

Minggu pertama Kaka belum mau bawa bekal, masih adaptasi kelas, teman, dan suasana juga. Minggu berikutnya baru mulai nagih untuk dibuatin bekal. Salah satu alasannya adalah, kelasnya di lantai 3 kalau istirahat mau jajan jalannya jauh. Jadi lebih baik bawa bekel, katanya.

Ibunya ini yang gak bisa masak, berusaha, dong. Hehehe

Gak apa-apa, meski seadanya semoga bisa dimakan.

Baiklah, saya spill bekal Kaka Hasya dalam seminggu pertama, semoga sedikit menjadi inspirasi atau bahan pertimbangan untuk membuat bekal.

Mohon maaf dengan keadaan foto yang seadanya juga, ya.

 

Hari Senin

Untuk awal dimulai dengan bekal risoles mayo dan spageti bolognese.

Spageti pakai yang instan saja, tinggal rebus kasih bumbu, beres.

Risoles mayo baru bikin. Biar gak terlalu ribet saya pakai roti.



Bahan risoles mayo:

Roti tanpa pinggiran digiling hingga pipih

Telur rebus potong sesuai selera

Sosis goreng potong sesuai selera

Saus :

Mayonaise, saos sambal, kental manis dicampur.

Cara buat :

Susun telur rebus, sosis diatas roti kemudian beri saus. Gulung seperti risoles. Balur dengan tepung roti. Goreng.

 

Hari Selasa

Kaka Pengen bawa nasi mentai, tapi saya bingung temannya apa. Akhirnya pake tortila saja.

Tortila bisa beli aja, ya.


Resep nasi mentai ala Kaka Hasya

Nasi panas dicampur dengan minyak wijen

Sosis goreng

Saus mentai:

Campur mayonaise dan saus sambal

Cara buat :

Susun nasi di tempat makan, atasnya diberi saus dan terakhir beri toping sosis goreng. Sederhana saja.

 

Hari Rabu

Hari ini tidak ada yang dibuat, Ibu masih kekurangan ide. Cukup goreng nugget, goreng kentang, dan goreng risoles mayo yang dibuat kemarin.

Risoles mayo bisa jadi frozen juga, lumayan sekali buat bisa untuk 2 kali bekal.

 


Hari Kamis

Kamis manis, kembali spageti yang menjadi pilihan. Kali ini spageti carbonara, ini sih favoritnya Kaka Hasya.

Dan, spagetinya instan, ya. Ibu less effort buat bikinnya, nih.

Ditemani sosis goreng dan otak-otak goreng, tidak lupa cocolan mayonaise dan saus sambal.

 


Hari Jum’at

Hari ini sebelum subuh Kaka malah bilang gak usah bekel, karena sebentar sekolahnya. Padahal Ibu sudah bikin makaroni skutel, loh.

Makaroni udah siap tinggal masuk oven, jadi gak Ibu siapin, deh.

Eh, setelah subuh baru kepikiran meski sebentar tetep aja ada istirahat,kan. Akhirnya Ibu nyalain oven, masuklah makaroni kesana.

Nugget, biskuit, dan susu menjadi teman makaroni.

 


Resep makaroni ala Ibu Hasti

Bahan:

Makaroni direbus, saya pake 100 gram

Telur ayam 1 buah, kocok lepas

Keju yang ukuran kecil 60 ml, parut

Susu 200ml

Sosis dipotong kecil-kecil

Bawang putih

Penyedap ayam, garam, merica bubuk, pala bubuk, gula pasir

Cara buat :

Tumis bawang putih dengan mentega, masukkan sosis masak hingga matang, masukkan susu, keju, beri bumbu penyedap, garam, merica, pala, gula sedikit. Koreksi rasa, jika sudah pas masukkan makaroni dan terakhir telur kocok. Aduk hingga tercampur rata.

Masukkan ke alumunium foil, beri keju untuk toping, panggang.

 

Untuk yang saya kurang lama memanggangnya karena sudah waktunya berangkat sekolah. Jadi keju masih kurang kering. Tapi enak, kok, kata Kaka Hasya.

 

Hari Sabtu

Sekolah Kaka masih ada pelajaran di hari sabtu, jadi bekal tetap harus dibuat.

Untuk hari ini, lumpia basah dan jamur krispy yang Kaka bawa.


Jamur krispy

Bahan :

Jamur dipotong sesuai selera

Tepung terigu

Cara buat:

Bahan A : Campur sedikit tepung terigu dengan air, tambahkan bawang putih bubuk, garam, merica, penyedap jamur.

Bahan B : Siapkan tepung terigu campur bawang putih bubuk, garam, penyedap, garam.

Balur bahan A dengan bahan B, kemudian goreng hingga matang.


Demikian menu seminggu bekal kaka Hasya. Mari, mulai berpikir untuk seminggu ke depan. Semoga makin variatif, estetik, dan menarik.

salam hangat dari sayah yang masih semangat.

Minggu, 04 Agustus 2024

Kami dan Kereta Kahuripan

Perjalanan dengan kereta kahuripan sebenarnya bukan yang pertama bagi kami, Hasya dan saya. Beberapa kali kami memilih kereta ini untuk perjalanan kami menuju Yogyakarta.

Kereta kahuripan adalah kereta ekonomi dengan rute Kiaracondong - Blitar PP.  Kereta ekonomi ini menjadi salah satu favorit, karena harga tiket yang sangat terjangkau. Menjadi pilihan favorit terlihat dari selalu habis tiketnya.

Jangan berharap mendapat tempat duduk yang diinginkan jika membeli tiket dekat dengan waktu pemberangkatan. Apalagi ketika pergi berombongan, disarankan untuk membeli tiket jauh hari karena sekarang KAI sudah mempermudah pembelian tiket dapat dilakukan 45 hari sebelum keberangkatan. Asyik, kan?

Baiklah pembukaan dengan informasi kereta kahuripan sudah, sekarang cerita kami dan kereta kahuripan.

Siapa kami? Adalah 7 orang yang terdiri dari 3 Ibu dan 4 Anak yang ingin merasakan pengalaman naik kereta kahuripan. Start dari stasiun kiaracondong menuju stasiun lempuyangan, Yogyakarta. 

Baru saya dan Kaka Hasya yang sudah menjajal kahuripan, 5 orang lainnya, belum. Jadi ini adalah pengalaman pertama mereka. Gimana kesannya? Lanjutkan baca, ya.

Karena perjalanan ini bisa dibilang dadakan, jadi kami baru membeli tiket dekat dengan hari keberangkatan, sehingga kami duduk terpisah.

Untuk yang belum tahu, kereta kahuripan ini memiliki formasi 2-3 dan berhadapan. Kursi tegak tidak dapat diputar atau digerakkan. Posisi sedikit berdekatan, sehingga kemungkinan lutut penumpang yang duduk berhadapan saling bertemu itu sangat besar.

Jadi, kami mendapat tempat duduk agak berjauhan meski masih satu gerbong. Isma dan 2 anak duduk di kursi ber-6, saya dan Uwie dengan masing-masing 1 anak duduk di kursi ber-4 dan ini pun tidak bersebelahan tapi berhadapan dan di sebelah gang.

Bisa dibayangkan, kami sulit mengobrol bahkan untuk Uwie dengan Khal yang masih berusia 9 tahun pasti mengalami kesulitan. Tapi, bersama kesulitan ada kemudahan, bukan? 

Di kursi saya dan Hasya, 2 kursi masih kosong. Jadi kami duduk bersebelahan dan Khal bisa tidur selonjoran untuk sesaat, karena di Tasik pemilik kursi datang. Khal pindah kembali ke tempat duduknya. Agar nyaman, Uwie menyimpan tas diantara kaki jadi Khal bisa tidur selonjoran dengan kepala di Uwie dan kaki di tempat duduknya. Lumayan nyaman untuk Khal dan lumayan pegal untuk Uwie.

Pengorbanan Ibu nyata adanya, ya!

Oh, iya perjalanan Bandung-Yogya kurang lebih selama 7 jam. Karena berangkat malam sehingga tidak terlalu terasa karena dipakai untuk tidur.

Apakah perjalanan lancar? Sedikit bermasalah sebenarnya. Bukan dari kami tapi dari penumpang lain. Mereka sepertinya rombongan, karena mereka mengobrol dengan suara keras, bergantian duduknya. Dan yang lebih mengganggu adalah mereka memasang audio berisi ceramah. Oke, bukan masalah ceramahnya tapi volume suara yang terlalu keras menurut saya membuat penumpang lain sedikit terganggu.

Memang ceramah itu baik, tapi jika di tempat umum dan sudah malam mungkin harus dipikirkan lagi, takut mengganggu. Kita tidak tahu bagaimana penumpang lain, apakah ingin beristirahat atau tidak.

Untuk kalian, tolong apabila di tempat umum hormati orang lain. Jangan sampai karena kita merasa itu baik malah jadi mengganggu.

Akhirnya audio dimatikan sekitar pukul 12 lebih. berarti sekitar 2 jam kami mendengarkan.

Kereta Kahuripan berangkat pukul 22.20 dan tiba di Lempuyangan pukul 06.12 pagi. Jadi, kami solat subuh di kursi masing-masing.

Di kereta kahuripan juga ada restorasi, kalau ingin makan atau minum dengan sedikit nyaman silakan menuju restorasi. Di sana lebih lapang, tersedia juga berbagai pilihan makanan.

Atau kalau malas untuk ke restorasi karena harus melewati beberapa gerbong, bisa juga memesan makanan dan minuman dari petugas yang akan menawarkannya ke setiap gerbong.

Akhirnya kami sampai di stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. 

Bagaimana penilaian anak-anak tentang kereta ini? Cukup kata mereka, cukup pegal hehehehe....

Walau pegal tapi mereka bisa tidur, kok. Walau duduknya sempit tapi masih bisa menikmati. Terima kasih anak-anak, kalian memang okey. Gak ngeluh dan tetep antusias menyambut jalan-jalan kita di Yogyakarta.

Begitulah sedikit gambaran kereta kahuripan, seperti yang saya bilang kepada mereka : "Naik kereta ekonomi bukan mencari kenyamanan tapi mendapatkan pengalaman"

kami di stasiun kiaracondong



Rabu, 12 Juni 2024

Braga Beken, Tempat Lama Rasa Baru

Sah! Mulai bulan Mei 2024 jalan Braga resmi ditutup untuk kendaraan setiap hari sabtu dan minggu. Dengan mengusung nama Braga Beken, jalan yang merupakan salah satu ikon di kota Bandung dimaksimalkan keberadaannya. Sehingga masyarakat kota Bandung dapat menikmati keindahan dan melihat sejarah yang ada. 

Yang menjadi tempat Braga Beken adalah jalan Braga panjang, ya. Untuk Braga pendek masih bisa dilewati kendaraan dan bisa juga untuk parkir.

Setelah sebulan dilaksanakan, kami baru bisa menikmati keseruan Braga Beken. Gak terlalu terlambat juga, lah. Sekitar pukul 11 siang kami tiba di Braga. Vibes keseruan langsung menyeruak, eh, sebelum cerita tentang Braga Beken mau cerita sedikit tentang apa yang kami lewati saat akan ke Braga Beken.

Karena kami parkir di sekitar Alun-Alun Bandung, jadi kami harus berjalan menuju jalan Braga. Nah, seperti yang sudah banyak diketahui disana ada jembatan ikonik dengan tulisan tentang Bandung. Selain itu di sepanjang jalan ada banyak karakter-karakter yang dapat diminta berfoto bersama.

Jadiii, Kaka Hasya pengen difoto dengan salah satu karakter, dan ini yang bikin Ibunya agak maju mundur. Kaka pengen difoto dengan setan, ah, bingung apa nama karakter itu. Pokonya mah, pake baju dan dandanan yang begitulah.


Mari, lanjutkan cerita tentang Braga Beken aja, ya. Untuk wisata Alun-alun kita bahas selanjutnya.

Sensasi jalan kaki di Braga



Seperti yang sudah kita tahu, jalan braga penuh dengan bangunan lama, suasana dibuat begitu romantis, hiasan di jalanan juga begitu indah. Apalagi menjelang malam, suasana dan aura keromantisan menyeruak. Lampu-lampu yang mulai menyala menambah kesyahduan jalan braga.

Salah satu bangunan lama yang ada di jalan Braga adalah De Majestic, yang awalnya merupakan bioskop dan sebagai pusat tempat hiburan. Awal namanya adalah Concordia. Kalau disini atmosfer Bandung tempo dulu kental terasa. 



Kuliner di Jalan Braga

Jangan takut gak bisa nemu makanan enak. Disini hampir semua jenis makanan ada. Tinggal sebut mau makan apa pasti ada. Dari mulai kaki lima sampai restoran ada, dari yang sederhana hingga yang kekinian, ada.

Kami membeli es krim yogurt, ini rasanya enak. tidak terlalu asam tapi rasa yogurtnya tetap terasa. Es krim biasa hingga gelato juga ada.

Kami juga membeli cimol dan kopi susu sambil duduk di bangku sekitar jalan braga. Jangan salah, cimol ini ngantri belinya, lho.

Hanya duduk dan menikmati suasana Braga sudah bisa bikin bahagia, kok.



Untuk makan berat banyak pilihan, dari mulai pecel lele, per nasi-an, macam-macam mie, per-rotian, pizza, sampai steak ada. Lengkap. 

Apalagi tempat ngopi, hang out, tinggal pilih. Mau yang tema apa, dari konsep sederhana sampai yang di rooftop juga ada.  

Hiburan yang ada di Braga Beken



Sepanjang jalan banyak sekali hiburan yang bisa dinikmati. Dari musik tradisional hingga modern ada. Kami berhenti sejenak mendengar Bapak-bapak yang nyanyi di panggung, nah, yang membuat kami berhenti lama dan menikmati beberapa lagu ada di tengah-tengah jalan braga. Perpaduan alat musiknya benar-benar indah, banyak dari penonton yang ikut bernyanyi. 

Ini favorit kami


Mau difoto dengan berbagai gaya dan unik, banyak fotografer yang siap mengabadikan kenangan.

Mau dilukis langsung ditempat? Bisa. Banyak pelukis handal disana.

Mau muka yang dilukis, ada juga yang bisa mengabulkan.

Mau masuk ke tempat serem buat nakut-nakutin diri sendiri (ini kata saya) mangga, langsung saja.

Mau lihat pameran lukisan? Ada juga.

Oh iya ... Ada bandros juga kalau ada yang mau mencoba naik bandros mangga, silakan. Seru naik bandros, sambil berkeliling kita juga jadi tahu sejarah tempat-tempat tertentu.


Kesan kami setelah menikmati Braga Beken adalah, bahagia! Alhamdulillah waktu itu cuaca mendukung, udaranya serasa Bandung banget. ayo, datang dan nikmati Braga Beken (Bebas Kendaraan) sambil refreshing, kuliner, juga sambil mempelajari sejarah kota Bandung biar makin cinta.

Menikmati suasana braga boleh banget, tapi saat masuk waktu salat kita tunaikan dulu, yaa.... 

Mesjid Agung Bandung deket dari sana, jadi gak ada alasan susah salat. 








Kamis, 06 Juni 2024

Seru, Wisata Edukasi Pendopo Kota Bandung


Sabtu kali ini (1 Juni 2024), kami kembali berwisata edukasi. Destinasinya adalah Pendopo Kota Bandung yang berada di Jl. Dalem Kaum no. 56 berseberangan dengan Alun - Alun dan Mesjid Agung Kota Bandung. 

Mulai bulan Mei 2024 masyarakat umum dapat mengunjungi Pendopo dengan sebelumnya reservasi dulu. Cara reservasi bisa dilihat di akhir artikel, ya.

Sayangnya, kami datang terlambat. Rombongan sudah mulai berjalan, sehingga kami menyusul dan kehilangan informasi untuk beberapa tempat. Untuk kalian yang akan mengunjungi Pendopo jangan terlambat seperti kami, ya. Tapi, terobati karena satu momen spesial yang mungkin tidak semua pengunjung dapat merasakannya. Apa coba? lanjut baca, ya.

Salah satu yang membuat wisata ini menjadi seru dan menarik adalah di akhir kunjungan para pemandu wisata memberikan kuis dengan pertanyaan seputar Pendopo dan yang berkaitan dengannya. Dan, lebih menyenangkan lagi karena kami bisa menjawab salah satu pertanyaan. Dapet hadiah, dong!



Jadi, kalian harus serius dan bener-bener perhatikan informasi yang diberikan, ya biar bisa jawab pertanyaannya. Yuks, kita review ada apa di Pendopo ini.

Sejarah Pendopo

Pendopo Kota Bandung yang awalnya merupakan rumah kediaman Bupati, sekarang adalah rumah dinas Wali Kota Bandung. Dibangun tahun 1811 - 1812 bersamaan dengan pembangunan Kota Bandung, merupakan bangunan pertama pusat pemerintahan yang dibangun.

Dibangun atas prakarsa RA. Wiranatakusumah II atau Raden Indrareja atau biasa disebut juga Dalemkaum yang saat itu menjabat sebagai Bupati ke - 6. Pendopo Memiliki luas 18.894 meter persegi. 

Memasuki wilayah Pendopo, suasana asri terasa. Dengan adanya kolam, taman yang rapi dan pepohonan yang besar juga ornamen indah yang membuat suasananya membuat betah.

Selasar


Di sebelah kanan dan kiri terdapat selasar yang "cantik" dengan hiasan bunga-bunga membuat yang melewatinya nyaman.

Lonceng



Di depan Pendopo terdapat dua buah lonceng yang saling berhadapan. Ada mitos, konon lonceng akan berbunyi jika akan ada bencana alam. Dan jika dibunyikan dengan sengaja maka akan terjadi bencana, sehinga warga tidak disarankan membunyikannya.

Ruang Kenegaraan












Dalam ruangan terdapat sofa dan meja-meja yang berfungsi untuk menerima tamu pemerintahan baik domestik maupun mancanegara. Di sini pengunjung dapat berfoto, bukan hanya ruangannya tapi pengunjung diperkenankan untuk berfoto sambil duduk.

Silakan dimanfaatkan, kapan lagi mencoba duduk di ruang kenegaraan. Di sofa para tamu penting berkunjung. Di tengah ruangan ada pintu yang tertutup, itu adalah ruangan istirahat Wali Kota yang tidak diperbolehkan untuk dimasuki.

Aula Pendopo



Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Aula Pendopo. Di sini kami dipersilakan melihat video mengenai sejarah pembangunan pendopo, luasnya, dan detail mengenai bangunan. 

Pendopo dibuat tanpa ada pintu, karena beberapa pertunjukan dan perayaan sering diadakan di sini. Untuk mempermudah warga melihat dari sisi mana pun maka pendopo dibuat terbuka.

Dalam pendopo terdapat Gong Integritas Bangsa. Dilihat sama seperti yang ada di Museum Konferensi Asia Afrika, tapi berbeda. Gong Integritas ini menunjukkan keberagaman agama dan lambang provinsi-provinsi yang ada di Indonesia.

Momen Istimewa



Ketika kami sedang melihat video sejarah Pendopo, ternyata ada Ibu PJ Wali Kota, yaitu Ibu Linda datang. Alhamdulillah, momen yang jarang terjadi. Sehingga beliau didaulat untuk memberikan sambutan dan berfoto bersama.

Kunjungan kali ini rombongan kami tidak terlalu banyak, jadi terasa lebih intim. Benar-benar istimewa kunjungan wisata edukasi kami kali ini.

Cara Reservasi ke Pendopo

Untuk jadwal kunjungan adalah setiap hari sabtu dan minggu yang terdiri dari sesi pagi (pukul 09.00 - 11.00) dan sesi siang (pukul 13.00 - 15.00). Silakan memilih tanggal dan hari yang kalian inginkan.

Untuk reservasi silakan klik link ini, jangan lupa siapkan foto KTP. https://smartcity.bandung.go.id/form/reservasi-pendopo


Demikian pengalaman kami ketika mengunjungi Pendopo Kota Bandung, menyenangkan, menyejukkan, dan untuk yang menyukai berfoto suasana di Pendopo sangat mendukung dengan banyak spot foto yang aestetik.

Setelah mengunjungi Pendopo kami melanjutkan jalan-jalan ke Braga yang sedang menyelenggarakan Braga Beken, yaitu Braga Bebas Kendaraan. Jadi jalan Braga ditutup untuk kendaraan dan kita dapat berjalan menikmati keindahan dan segala hiburan yang ada di sepanjang jalan Braga. 

Insyaallah, next di up, ya gimana suasana di Braga Beken.


 




Selasa, 28 Mei 2024

Nganjang ka Pakuan, Wisata Edukasi ke Gedung Pakuan, Seru!

Hai, kali ini mau berbagi cerita jalan-jalan yang bukan sekedar wisata tapi ada pembelajaran dan ilmu juga, loh!

Seperti biasa  sayah gak sendiri, pasti satu paket dengan anakku tercinta Hasya. Sudah lama kami tidak mengunjungi tempat-tempat istimewa. Untuk museum di Bandung sudah hampir semua kami kunjungi dan beberapa museum di luar kota seperti Jakarta, Linggarjati, Solo. 

Sabtu, 25 Mei 2024 kami mengunjungi gedung Pakuan di jl. Cicendo
Bandung. Wisata edukasi ini baru saja dibuka jadi langsung kami kunjungi, deh.

Sejarah Gedung Pakuan

Dengan luas kurang lebih tiga hektar gedung ini dihiasi dengan taman dan arsitektur gedung yang indah. Gedung Pakuan ini adalah rumah dinas Gubernur Jawa Barat. Bangunan yang didirikan tahun 1864 ini mempunyai gaya bangunan Indische Empire Stijl.

 

Fasilitas Gedung Pakuan

Disini kami dipersilakan melihat ruang kerja Gubernur dan Istri Gubernur yang berada di area depan gedung.

Ruang Kerja Gubernur

Masuk kedalam ada ruang penerimaan tamu dan kamar tidur Gubernur juga kamar tidur untuk Presiden RI ketika mengunjungi Bandung. Oh, untuk kamar tidur Gubernur tidak diperlihatkan, ya.

Ada beberapa lukisan yang menceritakan beberapa sejarah. Arsitektur dan interior di gedung ini memang masih mempertahankan keasliannya. Indah, itu menurut kami.



Kemudian memasuki ruangan selanjutnya, yaitu ruang resepsi. Disini terdapat meja panjang, piano, kursi santai. Terasa luas dan lapang. Ini adalah ruangan terakhir, selanjutnya kami keluar dari gedung dan terlihat gazebo juga beberapa bangunan lain yang tidak diperkenankan untuk dilihat. Seperti Masjid, ruang olah raga, kolam renang.

Ruang Resepsi

Kami melanjutkan tour ke bangunan sebelah, disini terdapat informasi lengkap mengenai Gedung Pakuan, nama dan foto-foto Gubernur Jawa barat dan Wakilnya dari pertama hingga kini.



selama kurang lebih 25-30 menit kami mengelilingi gedung akhirnya tour selesai. Terdapat juga penjualan oleh-oleh dan kerajinan khas Jawa Barat yang dapat dibeli oleh pengunjung sebelum keluar dari gedung. Yang senang belanja, boleh ngeborong.

Bonusnya adalah kami mendapatkan minuman gratis di pintu keluar, silakan sepuasnya. Alhamdulillah, hilang hausnya.



Cara Reservasi

Penasaran pengen liat sendiri indahnya gedung pakuan dan informasi lengkap dari tour guide nya?

Gini nih cara reservasinya :

1. Pake aplikasi Sapa Warga

2. Tiket bisa dipesan di hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

3. Kunjungan hanya di hari Sabtu dan Minggu dengan sesi pagi jam 09.00 – 11.00 dan sesi siang 13.00 – 15.00

4. Maksimal memilih 5 tiket

Nah, beres, deh. Tinggal datang sesuai pilihan hari dan sesi kedatangan. Selamat menikmati wisata edukasi disini.


Ruang RI 1

Tas tidak boleh dibawa kedalam