Gambar: kompas.com
Banyak yang bertanya bolehkah wanita sholat berjamaah ke mesjid? Rasulullah saw tidak pernah melarang wanita untuk pergi ke mesjid, tapi jangan lupa ada adab yang harus dilakukan ketika pergi ke mesjid.
Kalau begitu bagaimanakah shaf untuk wanita dalam sholat berjamaah? Ternyata masih banyak yang belum mengetahui bagaimana sebaiknya shaf wanita ketika di mesjid atau shalat berjamaah, berikut uraiannya:
1. Shaf paling belakang lebih afdhal
Ketika wanita berjama’ah bersama lelaki, posisi shaf wanita yang paling belakang lebih afdhal dibandingkan posisi shaf di depannya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ صُفُوفِ الِرجَالِ أَوِّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا
“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan seburuk-buruknya adalah yang pertama.” (HR. Muslim no.440
Ada beberapa hadits yang berkaitan:
لاَ تُقَدِّمُوا صِبْيَانَكُمْ
Janganlah kamu tempatkan anak-anak kecil di depan (HR. Ad-Dailami).
أَخِّرُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَخَّرَهُنَّ اللَّهُ
Posisikan para wanita di belakang sebagaimana Allah SWT memposisikan mereka di belakang.(HR. Abdurrazzaq)
Berdasarkan hadits tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa barisan yang paling baik buat laki-laki adalah barisan yang paling depan.
Sebaliknya, barisan yang paling baik buat wanita adalah bagian paling belakang, dan bukan bagian paling depan. Justru semakin ke depan malah akan semakin rendah nilainya. Dan karena itulah barisan paling depan buat wanita diperuntukkan buat anak-anak kecil juga, yaitu anak-anak wanita.
2. Meluruskan dan meratakan shaf
سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ
“Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena kelurusan shaf termasuk kesempurnaan shalat.” (HR. al-Bukhari no. 723 dan Muslim no. 433).
Yang dimaksud dengan meluruskan shaf adalah dengan meratakan barisan orang-orang yang berdiri di dalam shaf tersebut dan menutup adanya celah di dalam barisan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan menempelkan pundak dengan pundak dan mata kaki dengan mata kaki, sebagaimana amalan para sahabat Rasulullah.
Namun sungguh disayangkan, saat ini masih banyak wanita yang tidak tahu akan hal ini sehingga menyebabkan kurang sempurnanya shalat jama’ah.
3. Mengisi celah yang kosong
Selama masih ada celah yang kosong diantara shaf, maka sebaiknya diisi terlebih dahulu, agar kesempurnaan shalat terjaga.
Demikian beberapa hàl yang berkaitan dengan cara shalat berjamaah terutama untuk mengatur shaf khusus bagi wanita, semoga berkenan. Yang baik datangnya dari Allah yang salah adalah dari saya. Semoga menjadi pencerahan bagi kita semua dalam melaksanakan shalat karena yang pertama kali dihisab adalah shalat.
Minggu, 09 September 2018
Jumat, 07 September 2018
Manfaat teh untuk kecantikan
Haiii....siapa yang tidak tahu teh? Sepertinya semua sudah tahu apa itu teh. Kebanyakan mengetahui teh sebagai minuman, yups, benar sekali. Teh merupakan salah satu minuman favorit di Indonesia ini.
Beragam jenis teh juga sudah banyak diketahui, ada teh hijau, teh hitam, teh melati, dan sebagainya. Kali ini tidak akan dibahas tentang teh sebagai minuman, tapi akan dikupas tentang teh sebagai penunjang kecantikan, penasaran?
Teh mengandung kafein dan antioksidan yang tinggi sehingga mampu merawat kulit wajah, bahkan mengandung vitamin E yang baik untuk wajah. Bagaimana cara penggunaan teh untuk wajah? Teh dapat dijadikan masker alami, simak caranya berikut ini.
1. Masker Teh dan Lemon
Cara membuatnya yaitu dengan mencampurkan 3 sendok makan tepung beras, 2 sendok makan air teh, dan 2 atau 3 tetes air jeruk lemon. Campur hingga merata dan pakai di wajah selama 20 menit, kemudian basuh dengan air dingin. Manfaat teh untuk wajah pada masker ini untuk menghindari kekeringan pada kulit wajah dan lingkaran hitam pada mata. Lemon digunakan karena khasiat lemon sangat baik untuk kulit dan rambut. Manfaat jeruk lemon untuk wajah diantaranya adalah untuk mengatasi jerawat dan kulit berminyak. Sedangkan manfaat lemon untuk rambut adalah mengatasi rambut rontok, menguatkan akar rambut, melebatkan dan banyak lagi.
2. Masker Teh dan Maizena
Tepung maizena tidak hanya bermanfaat untuk masak saja, lho. Tepung ini juga dapat dicampurkan dengan teh menjadi masker wajah. Bahannya, campurkan 3 sendok makan tepung maizena dan 3 sendok makan air teh. Pakai di wajah selama 10 – 25 menit, bilas dengan air dingin. Campuran ini berguna untuk menghilangkan atau menyamarkan noda hitam dari kulit.
3. Masker Teh dan Madu
Madu memiliki banyak manfaat untuk perawatan kecantikan dan tubuh. Diantaranya ada manfaat madu untuk bibir, manfaat madu untuk rambut, manfaat madu untuk rambut bayi, dan manfaat madu untuk masker wajah. Campuran 100 ml air teh yang diseduh dengn air panas, dinginkan, lalu tambahkan 2 sendok teh tepung beras dan setengah sendok madu murni. Aduk semua sampai rata, pakai di wajah dan tunggu sekitar 20 menit atau sampai kering, baru kemudian dibilas. Bisa dilakukan 1 atau 2 kali seminggu. Masker ini bermanfaat untuk menghilangkan jerawat dan mencerahkan kulit wajah.
Selain untuk masker, teh basi dapat juga dipakai untuk wajah, apa itu teh basi? Yaitu teh yang disimpan semalaman, baru dipakai keesokan harinya. Manfaatnya jika dipakai untuk mencuci muka adalah menghilangkan jerawat, mencerahkan muka, dan menghilangkan keriput.
Gimana, dengan teh yang ada saja bisa dipergunakan untuk merawat wajah, loh! Ternyata perawatan dirumah dengan bahan yang ada dan sederhana bisa menjadi alternatif ya.
Selamat mencoba yaaa!
Gambar : pixabay.com
Sumber : klinikkecantikan.co.id
Kamis, 06 September 2018
Bekal mudah dan praktis
Hai, para ibu yang senang membawakan bekal untuk anak dari rumah, kadang merasa bingung menu apalagi yang dibuat biar gak ribet kalau mau makan. Kadang anak-anak suka malas membuka bekal dari rumah karena merasa ribet untuk memakannya atau karena tidak berselera. Susah-susah gampang ya bu, keinginan hati para ibu ingin setiap bekal dihabiskan, tapi apa daya anak membawa kembali bekalnya.
Untuk bekal banyak variannya, ada yang senang dengan menu lengkap, ada yang lebih memilih menu simple dan praktis. Untuk kali ini akan dibahas bekal mudah dan praktis tapi tetap sehat ya... Untuk inspirasi para ibu untuk ananda tercinta.
Yuks, kembali ke dapur...
Nasi gulung sosis
Gambar: www.hipwee.com
Bahan-bahannya:
1 piring nasi hangat
3 buah sosis sapi
2 butir telur
Margarin untuk menggoreng
Garam dan merica secukupnya
Cara membuatnya:
Goreng sosis sampai matang, tiriskan.
Buat dadar telur di pan, tiriskan.
Letakkan telur dadar di atas talenan, beri 2 sendok nasi di atasnya memanjang di ujung satu sisi.
Beri sosis di atas nasi, kemudian tutup lagi dengan 2 sendok nasi.
Gulung sambil dipadatkan, lalu potong melintang.
Agar bentuknya nggak mudah berubah, gulungan bisa ditahan dengan tusuk gigi atau garpu plastik. Sajikan bersama potongan sayuran dan saus sambal untuk menambah rasa.
Bola-bola Nasi isi Abon
Bahan - bahan :
Nasi putih secukupnya
1 butir telur
Bumbu penyedap (royco)
Merica
Terigu
Abon untuk isian
Tepung panir
Minyak untuk menggoreng
Cara membuat :
Campur nasi dengan royco, merica, kuning telur (putihnya pisahkan) tambahkan terigu sampai bisa dibulat-bulat.
Bulat-bulat nasi, jika masih lengket bisa ditambahkan terigu. Kemudian isi dengan abon, gulingkan dulu di terigu, lalu celupkan ke putih telur, lanjutkan ke tepung panir. Lakukan sampai nasi habis.
Goreng bola-bola nasi dengan minyak panas, bisa juga disimpan dulu di kulkas.
Sajikan dengan saos sambal, saos tomat, atau mayonaise lebih nikmat.
Nah, bagaimana ibu-ibu mudah membuatnya kan ya? Selamat mencoba semoga ananda suka.
Jumat, 05 Februari 2016
Memori
Kenangan, ternyata bukanlah sekedar kisah yang telah lalu, namun menjadi titik perhentian dimana kita berada sekarang. Kenangan bolehlah dilupakan sejenak, tapi kemungkinan mereka kembali tetap besar.
Kenangan bukan untuk dilupakan, hanya untuk disimpan dalam memori. Karena kenangan adalah hak kita sepenuhnya, biarkan dia tetap menemani kehidupan kita, biarkan dia ada tanpa kita menghapusnya. Kenangan akan selalu menjadi teman baik saat kita sendiri.
Bukankah kenangan yg membuat kita tersenyum saat tidak ada yg menghibur kita, bukankah kenangan yg membuat kita bersyukur masih dapat melihat dunia di hari ini?
Kenangan manis, pahit, senang, sedih semua akan menjadi indah kelak saat kita mendapatinya di hari depan. Mungkin rasa sedih akan terasa kembali tapi segera terobati setelah mengingat apa yg hari ini kita dapatkan.
Mungkin rasa senang dan rasa cinta akan mengganggu rindu yang menyeruak datang, indah memang dan membuat hati berbunga-bunga, apalagi ketika saat ini suasana sedang membuat kecewa. Ada sedikit ruang di hati yang haus akan cinta....
Terlepas dari apa yang dibawa oleh sang kenangan adalah hak kita sendiri untuk memilikinya, semoga semua kenangan menjadi awal kebaikan untuk sisa hidup kita.
Dari saya yang banyak menyimpan kenangan hidup, yang mungkin suatu saat akan menuliskannya disini untuk sekedar berbagi.
Kenangan bukan untuk dilupakan, hanya untuk disimpan dalam memori. Karena kenangan adalah hak kita sepenuhnya, biarkan dia tetap menemani kehidupan kita, biarkan dia ada tanpa kita menghapusnya. Kenangan akan selalu menjadi teman baik saat kita sendiri.
Bukankah kenangan yg membuat kita tersenyum saat tidak ada yg menghibur kita, bukankah kenangan yg membuat kita bersyukur masih dapat melihat dunia di hari ini?
Kenangan manis, pahit, senang, sedih semua akan menjadi indah kelak saat kita mendapatinya di hari depan. Mungkin rasa sedih akan terasa kembali tapi segera terobati setelah mengingat apa yg hari ini kita dapatkan.
Mungkin rasa senang dan rasa cinta akan mengganggu rindu yang menyeruak datang, indah memang dan membuat hati berbunga-bunga, apalagi ketika saat ini suasana sedang membuat kecewa. Ada sedikit ruang di hati yang haus akan cinta....
Terlepas dari apa yang dibawa oleh sang kenangan adalah hak kita sendiri untuk memilikinya, semoga semua kenangan menjadi awal kebaikan untuk sisa hidup kita.
Dari saya yang banyak menyimpan kenangan hidup, yang mungkin suatu saat akan menuliskannya disini untuk sekedar berbagi.
Jumat, 30 Oktober 2015
Tips dekat dengan anak
Kali ini saya pengen berbagi tentang anak, tulisan ini murni dari pengalaman sendiri jadi kalau ada kekurangan mohon dimaklumi. Sekedar berbagi informasi dan pengalaman saja, supaya apa yang saya dapatkan bisa menjadi masukan buat banyak orang dan terutama saya sendiri.
Anak adalah pelita hati, pencerah kehidupan, penyangga saat tua, pembela di kehidupan selanjutnya.
Anak adalah investasi dunia akhirat, menurut saya loh....
Buat yang sudah menikah pasti ingin memiliki anak, yang sudah punya 1 mau tambah lagi (saya juga maau tapi belum dikasih). Masing-masing pasangan memiliki keinginan mengenai jumlah anak.
Ada yang mau hanya 1, ada yang mau banyak sampai bisa bikin kesebelasan, semua itu adalah pilihan. Karena pada dasarnya anak adalah rejeki sekaligus ujian yang harus kita rawat dan perhatikan seumur hidup.
Membeda-bedakan anak adalah hal yang tidak boleh dilakukan, meskipun sebagian orang tua menyatakan tidak pernah membedakan tapi pada kenyataannya masih ada yang melakukannya.
Padahal kalau dipikir dan diurut kejadiannya, tidak ada anak yang minta dilahirkan kecuali atas keinginan orang tua. Tidak akan serta merta anak ada dalam kandungan ibu.
Bagaimanapun, setelah ada anak pasti kehidupan akan menjadi lebih berwarna dan membahagiakan, benarkan? karena itu yang saya rasakan.
Rasa lelah, rasa cape, bahkan rasa sakit setelah melahirkan terasa hilang begitu saja ketika melihat buah hati yang sehat dan indah.
Menjelang besar, rasa ingin tahu anak menjadi lebih tinggi. Awalnya lucu dan masih dapat diatasi, makin lama semakin tinggi tingkat keingintahuannya dengan keunikan yang dia miliki membuat kita orang tua sedikit kesulitan. Terkadang kita merasa lelah dan capek menghadapi pertanyaan anak dan tingkah lakunya yang seakan ingin memporak-porandakan rumah.
Ternyata, apa yang dilakukannya semata-mata karena dia belum mengetahui apa yang baik dan salah. Sepanjang yang dia tahu adalah dia penasaran dengan bentuknya, warnanya, dan mungkin suaranya. Menurut kita tidak perlu deh memegang gelas, karena dia belum bisa nanti malah jatuh dan pecah. Tapi, kalau anak tidak diajarkan bagaimana memegang gelas dengan benar pasti dia tidak akan tahu. Kalau anak tidak diajarkan bagaimana rasanya jatuh, maka dia tidak akan tahu betapa ada rasa sakit dan rasa malu didalamnya.
Menurut pengalaman saya yang masih dan selalu ingin belajar, anak akan lebih mengerti jika dia sudah mengalami sesuatu sebelumnya. Contoh nih, saya ingin anak saya bisa membantu kegiatan rumah tangga nantinya, jadi...awalnya saya ijinkan dia memegang sapu dan hasilnya? berantakan....qiqiqiqi.....
Beneran berantakan, waktu membersihkan jadi dobel, debu-debu yang harusnya disapu malah lebih berantakan kesana-kemari, dan saya....tertawa berdua dengan dia. Setelah selasai dan dia puas dengan pengalamnnya memegang sapu, saya ambil alih dan mencontohkan padanya cara yang benar.
lancar? tentu belum....tidak ada yang instan untuk kebiasaan. Namanya kebiasaan harus dilakukan berkali-kali.
Banyak hal kita lakukan berdua, banyak cerita kita lalui berdua. dari mulai makan dan jajan di banyak tempat, nonton di bioskop pertama kali nah, ini juga seru banget. Awalnya dia ketakutan karena tiba-tiba gelap, dan suaranya keras banget, kemudian dia terpesona dengan layar lebarnya, dia penasaran bukan dengan filmnya tapi dengan bagaimana bisa ada gambar sebesar itu. Akhirnya dia bertanya terus bukan tentang filmnya tapi tentang ini dan itu didalam bioskop, tahu dong gimana bingungnya saya menjawab. Apalagi waktu dia dengan santainya liat kebelakang dan bilang...."oh, Ibu filmnya dari sana" dan itu kenceng hehehehe....
Apa yang saya lakukan? Kalau teman-teman ngapain tuh? Kalau saya langsung jawab pernyataan dia dengan pelan sambil saya bawa badannya kembali duduk, dan bilang "iya, bener banget filmnya dari sana"
gampang? engga banget, untuk beberapa kali dia bolak-balik lihat ke belakang dan kanan-kiri, dan pertanyaan-pertanyaan yang gak penting menurut saya terus dia tanyakan. Sampai habis filmnya dan habis popcorn juga minum juga roti heheheheh
Terakhir keluar dari bioskop, saya tanya dong filmnya rame gak? dan dia jawab gak tahu....
Iyalah gak akan tahu karena sedikit banget yang dia lihat. Tapi, yang membuat senenng adalah sepanjang jalan pulang dia cerita terus tentang keadaan bioskop itu. Sampai rumah langsung cerita sama Abi nya, bukan tentang filmnya tapi tentang bioskopnya. Pengalaman yang menyenangkan, dan sampai sekarang kita belum nonton lagi.
Sudah ah tentang ceritanya, jadiiii.....tips biar dekat dengan anak versi saya adalah:
Pertama, terima anak apa adanya dan terima semua tingkah polahnya, biarkan dia dengan sedikit bantuan kita menjadi anak yang berkembang sesuai porsinya.
Kedua, kurangi marah dan marah-marah, kurangi bentakan ke anak kalau bisa hilangkan sama sekali bentakan itu. Ganti dengan pemberian pengertian dengan nada suara yang rendah, yakin deh dia tahu kalau kita kesel atau marah. kalau saya suka mengutarakannya langsung dengan bilang "kaka, ibu lagi marah sama kaka yaa"
sambil jelaskan kenapa dan apa penyebabnya.
Ketiga, ajari anak dengan segala hal yang dia belum tahu. Misalnya, tiba-tiba anak lari dari dalam rumah keluar pagar, wuuiihh...bahaya banget kan tuh, gimana kalau ada mobil tiba-tiba lewat. Caranya beritahu pelan-pelan, nada suara yang rendah bahwa hal itu berbahaya.
Keempat, dengarkanlah dia pada saat dia bercerita, pandang matanya dan perlihatkan gesture bahwa kita betul-betul mendengarkan. Apapun ceritanya bagaimanapun cara dia bercerita, tunggu samapi dia selesai bercerita baru kita beri komentar dan masukan. Bukan nasihat, tapi lebih seperti ngobrol dengan teman. Itu yang saya lakukan, dengan harapan anak saya seterusnya mau bercerita tentang apapun. Karena saya gak mau jadi orang terakhir yang tahu jalan cerita hidupnya, perasaannya, dan pilihannya.Saya ingin menjadi orang pertama yang dia cari saat ingin bercerita.
Kelima, terkadang kita perlu menjadi temannya, bukan sebagai orang tua. Act like a child. Ikuti permainan yang dibuatnya, yang terkadang lucu. Seperti sekarang anakku lagi senang membuat tebak-tebakan kata, yang jadi juri dan pembuat pertanyaannya dia dan kita orang tuanya yang jadi peserta. Kelihatan banget dia pengen saya yang menang, jadi meskipun Abinya udah jawab dengan betul pertama kali dan saya telat jawabnya, tetep yang jadi pemenangnya adalah....saya hahahaha
Indahnya bermain dengan anak dengan mengikuti pola pikirnya yang masih sangat polos dan jernih.
Sepertinya baru itu yang bisa saya bagi disini, mungkin kalau ada teman-teman yang mau menambahkan dan berbagi pengalamannya mengasuh dan mendidik anak boleh banget loh, karena setiap anak pasti berbeda, setiap anak adalah istimewa.
Setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing, jika anak kita belum terlihat kelebihannya di bidang akademis, mungkin di keterampilan, jika belum mungkin di sosialnya. Semua pasti ada kelebihannya tinggal kita yang mau menerima dan mau melihatnya atau tidak.
Semua kembali pada kita orang tuanya, apakah melihat anak kita sebagai seseorang yang baik dan istimewa atau sebaliknya.
Pokoknya terima anak kita apa adanya dan jadilah kita pendamping yang bisa dipercaya.
Anak adalah pelita hati, pencerah kehidupan, penyangga saat tua, pembela di kehidupan selanjutnya.
Anak adalah investasi dunia akhirat, menurut saya loh....
Buat yang sudah menikah pasti ingin memiliki anak, yang sudah punya 1 mau tambah lagi (saya juga maau tapi belum dikasih). Masing-masing pasangan memiliki keinginan mengenai jumlah anak.
Ada yang mau hanya 1, ada yang mau banyak sampai bisa bikin kesebelasan, semua itu adalah pilihan. Karena pada dasarnya anak adalah rejeki sekaligus ujian yang harus kita rawat dan perhatikan seumur hidup.
Membeda-bedakan anak adalah hal yang tidak boleh dilakukan, meskipun sebagian orang tua menyatakan tidak pernah membedakan tapi pada kenyataannya masih ada yang melakukannya.
Padahal kalau dipikir dan diurut kejadiannya, tidak ada anak yang minta dilahirkan kecuali atas keinginan orang tua. Tidak akan serta merta anak ada dalam kandungan ibu.
Bagaimanapun, setelah ada anak pasti kehidupan akan menjadi lebih berwarna dan membahagiakan, benarkan? karena itu yang saya rasakan.
Rasa lelah, rasa cape, bahkan rasa sakit setelah melahirkan terasa hilang begitu saja ketika melihat buah hati yang sehat dan indah.
Menjelang besar, rasa ingin tahu anak menjadi lebih tinggi. Awalnya lucu dan masih dapat diatasi, makin lama semakin tinggi tingkat keingintahuannya dengan keunikan yang dia miliki membuat kita orang tua sedikit kesulitan. Terkadang kita merasa lelah dan capek menghadapi pertanyaan anak dan tingkah lakunya yang seakan ingin memporak-porandakan rumah.
Ternyata, apa yang dilakukannya semata-mata karena dia belum mengetahui apa yang baik dan salah. Sepanjang yang dia tahu adalah dia penasaran dengan bentuknya, warnanya, dan mungkin suaranya. Menurut kita tidak perlu deh memegang gelas, karena dia belum bisa nanti malah jatuh dan pecah. Tapi, kalau anak tidak diajarkan bagaimana memegang gelas dengan benar pasti dia tidak akan tahu. Kalau anak tidak diajarkan bagaimana rasanya jatuh, maka dia tidak akan tahu betapa ada rasa sakit dan rasa malu didalamnya.
Menurut pengalaman saya yang masih dan selalu ingin belajar, anak akan lebih mengerti jika dia sudah mengalami sesuatu sebelumnya. Contoh nih, saya ingin anak saya bisa membantu kegiatan rumah tangga nantinya, jadi...awalnya saya ijinkan dia memegang sapu dan hasilnya? berantakan....qiqiqiqi.....
Beneran berantakan, waktu membersihkan jadi dobel, debu-debu yang harusnya disapu malah lebih berantakan kesana-kemari, dan saya....tertawa berdua dengan dia. Setelah selasai dan dia puas dengan pengalamnnya memegang sapu, saya ambil alih dan mencontohkan padanya cara yang benar.
lancar? tentu belum....tidak ada yang instan untuk kebiasaan. Namanya kebiasaan harus dilakukan berkali-kali.
Banyak hal kita lakukan berdua, banyak cerita kita lalui berdua. dari mulai makan dan jajan di banyak tempat, nonton di bioskop pertama kali nah, ini juga seru banget. Awalnya dia ketakutan karena tiba-tiba gelap, dan suaranya keras banget, kemudian dia terpesona dengan layar lebarnya, dia penasaran bukan dengan filmnya tapi dengan bagaimana bisa ada gambar sebesar itu. Akhirnya dia bertanya terus bukan tentang filmnya tapi tentang ini dan itu didalam bioskop, tahu dong gimana bingungnya saya menjawab. Apalagi waktu dia dengan santainya liat kebelakang dan bilang...."oh, Ibu filmnya dari sana" dan itu kenceng hehehehe....
Apa yang saya lakukan? Kalau teman-teman ngapain tuh? Kalau saya langsung jawab pernyataan dia dengan pelan sambil saya bawa badannya kembali duduk, dan bilang "iya, bener banget filmnya dari sana"
gampang? engga banget, untuk beberapa kali dia bolak-balik lihat ke belakang dan kanan-kiri, dan pertanyaan-pertanyaan yang gak penting menurut saya terus dia tanyakan. Sampai habis filmnya dan habis popcorn juga minum juga roti heheheheh
Terakhir keluar dari bioskop, saya tanya dong filmnya rame gak? dan dia jawab gak tahu....
Iyalah gak akan tahu karena sedikit banget yang dia lihat. Tapi, yang membuat senenng adalah sepanjang jalan pulang dia cerita terus tentang keadaan bioskop itu. Sampai rumah langsung cerita sama Abi nya, bukan tentang filmnya tapi tentang bioskopnya. Pengalaman yang menyenangkan, dan sampai sekarang kita belum nonton lagi.
Sudah ah tentang ceritanya, jadiiii.....tips biar dekat dengan anak versi saya adalah:
Pertama, terima anak apa adanya dan terima semua tingkah polahnya, biarkan dia dengan sedikit bantuan kita menjadi anak yang berkembang sesuai porsinya.
Kedua, kurangi marah dan marah-marah, kurangi bentakan ke anak kalau bisa hilangkan sama sekali bentakan itu. Ganti dengan pemberian pengertian dengan nada suara yang rendah, yakin deh dia tahu kalau kita kesel atau marah. kalau saya suka mengutarakannya langsung dengan bilang "kaka, ibu lagi marah sama kaka yaa"
sambil jelaskan kenapa dan apa penyebabnya.
Ketiga, ajari anak dengan segala hal yang dia belum tahu. Misalnya, tiba-tiba anak lari dari dalam rumah keluar pagar, wuuiihh...bahaya banget kan tuh, gimana kalau ada mobil tiba-tiba lewat. Caranya beritahu pelan-pelan, nada suara yang rendah bahwa hal itu berbahaya.
Keempat, dengarkanlah dia pada saat dia bercerita, pandang matanya dan perlihatkan gesture bahwa kita betul-betul mendengarkan. Apapun ceritanya bagaimanapun cara dia bercerita, tunggu samapi dia selesai bercerita baru kita beri komentar dan masukan. Bukan nasihat, tapi lebih seperti ngobrol dengan teman. Itu yang saya lakukan, dengan harapan anak saya seterusnya mau bercerita tentang apapun. Karena saya gak mau jadi orang terakhir yang tahu jalan cerita hidupnya, perasaannya, dan pilihannya.Saya ingin menjadi orang pertama yang dia cari saat ingin bercerita.
Kelima, terkadang kita perlu menjadi temannya, bukan sebagai orang tua. Act like a child. Ikuti permainan yang dibuatnya, yang terkadang lucu. Seperti sekarang anakku lagi senang membuat tebak-tebakan kata, yang jadi juri dan pembuat pertanyaannya dia dan kita orang tuanya yang jadi peserta. Kelihatan banget dia pengen saya yang menang, jadi meskipun Abinya udah jawab dengan betul pertama kali dan saya telat jawabnya, tetep yang jadi pemenangnya adalah....saya hahahaha
Indahnya bermain dengan anak dengan mengikuti pola pikirnya yang masih sangat polos dan jernih.
Sepertinya baru itu yang bisa saya bagi disini, mungkin kalau ada teman-teman yang mau menambahkan dan berbagi pengalamannya mengasuh dan mendidik anak boleh banget loh, karena setiap anak pasti berbeda, setiap anak adalah istimewa.
Setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing, jika anak kita belum terlihat kelebihannya di bidang akademis, mungkin di keterampilan, jika belum mungkin di sosialnya. Semua pasti ada kelebihannya tinggal kita yang mau menerima dan mau melihatnya atau tidak.
Semua kembali pada kita orang tuanya, apakah melihat anak kita sebagai seseorang yang baik dan istimewa atau sebaliknya.
Pokoknya terima anak kita apa adanya dan jadilah kita pendamping yang bisa dipercaya.
Langganan:
Postingan (Atom)



