Kamis, 06 September 2018

Bekal mudah dan praktis


Hai, para ibu yang senang membawakan bekal untuk anak dari rumah, kadang merasa bingung menu apalagi yang dibuat biar gak ribet kalau mau makan. Kadang anak-anak suka malas membuka bekal dari rumah karena merasa ribet untuk memakannya atau karena tidak berselera. Susah-susah gampang ya bu, keinginan hati para ibu ingin setiap bekal dihabiskan, tapi apa daya anak membawa kembali bekalnya.
Untuk bekal banyak variannya, ada yang senang dengan menu lengkap, ada yang lebih memilih menu simple dan praktis. Untuk kali ini akan dibahas bekal mudah dan praktis tapi tetap sehat ya... Untuk inspirasi para ibu untuk ananda tercinta.
Yuks, kembali ke dapur...

Nasi gulung sosis


                                               Gambar: www.hipwee.com

Bahan-bahannya:
1 piring nasi hangat
3 buah sosis sapi
2 butir telur
Margarin untuk menggoreng
Garam dan merica secukupnya

Cara membuatnya:
Goreng sosis sampai matang, tiriskan.
Buat dadar telur di pan, tiriskan.
Letakkan telur dadar di atas talenan, beri 2 sendok nasi di atasnya memanjang di ujung satu sisi.
Beri sosis di atas nasi, kemudian tutup lagi dengan 2 sendok nasi.
Gulung sambil dipadatkan, lalu potong melintang.
Agar bentuknya nggak mudah berubah, gulungan bisa ditahan dengan tusuk gigi atau garpu plastik. Sajikan bersama potongan sayuran dan saus sambal untuk menambah rasa.



Bola-bola Nasi isi Abon 





Bahan - bahan :
Nasi putih secukupnya
1 butir telur 
Bumbu penyedap (royco)
Merica
Terigu
Abon untuk isian
Tepung panir
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
Campur nasi dengan royco, merica, kuning telur (putihnya pisahkan) tambahkan terigu sampai bisa dibulat-bulat.
Bulat-bulat nasi, jika masih lengket bisa ditambahkan terigu. Kemudian isi dengan abon, gulingkan dulu di terigu, lalu celupkan ke putih telur, lanjutkan ke tepung panir. Lakukan sampai nasi habis.
Goreng bola-bola nasi dengan minyak panas, bisa juga disimpan dulu di kulkas.
Sajikan dengan saos sambal, saos tomat, atau mayonaise lebih nikmat. 

Nah, bagaimana ibu-ibu mudah membuatnya kan ya? Selamat mencoba semoga ananda suka.


Jumat, 05 Februari 2016

Memori

Kenangan, ternyata bukanlah sekedar kisah yang telah lalu, namun menjadi titik perhentian dimana kita berada sekarang. Kenangan bolehlah dilupakan sejenak, tapi kemungkinan mereka kembali tetap besar.

Kenangan bukan untuk dilupakan, hanya untuk disimpan dalam memori. Karena kenangan adalah hak kita sepenuhnya, biarkan dia tetap menemani kehidupan kita, biarkan dia ada tanpa kita menghapusnya. Kenangan akan selalu menjadi teman baik saat kita sendiri.

Bukankah kenangan yg membuat kita tersenyum saat tidak ada yg menghibur kita, bukankah kenangan yg membuat kita bersyukur masih dapat melihat dunia di hari ini?

Kenangan manis, pahit, senang, sedih semua akan menjadi indah kelak saat kita mendapatinya di hari depan. Mungkin rasa sedih akan terasa kembali tapi segera terobati setelah mengingat apa yg hari ini kita dapatkan.
Mungkin rasa senang dan rasa cinta akan mengganggu rindu yang menyeruak datang, indah memang dan membuat hati berbunga-bunga, apalagi ketika saat ini suasana sedang membuat kecewa. Ada sedikit ruang di hati yang haus akan cinta....
Terlepas dari apa yang dibawa oleh sang kenangan adalah hak kita sendiri untuk memilikinya, semoga semua kenangan menjadi awal kebaikan untuk sisa hidup kita.

Dari saya yang banyak menyimpan kenangan hidup, yang mungkin suatu saat akan menuliskannya disini untuk sekedar berbagi.

Jumat, 30 Oktober 2015

Tips dekat dengan anak

Kali ini saya pengen berbagi tentang anak, tulisan ini murni dari pengalaman sendiri jadi kalau ada kekurangan mohon dimaklumi. Sekedar berbagi informasi dan pengalaman saja, supaya apa yang saya dapatkan bisa menjadi masukan buat banyak orang dan terutama saya sendiri.

Anak adalah pelita hati, pencerah kehidupan, penyangga saat tua, pembela di kehidupan selanjutnya.
Anak adalah investasi dunia akhirat, menurut saya loh....
Buat yang sudah menikah pasti ingin memiliki anak, yang sudah punya 1 mau tambah lagi (saya juga maau tapi belum dikasih). Masing-masing pasangan memiliki keinginan mengenai jumlah anak.

Ada yang mau hanya 1, ada yang mau banyak sampai bisa bikin kesebelasan, semua itu adalah pilihan. Karena pada dasarnya anak adalah rejeki sekaligus ujian yang harus kita rawat dan perhatikan seumur hidup.
Membeda-bedakan anak adalah hal yang tidak boleh dilakukan, meskipun sebagian orang tua menyatakan tidak pernah membedakan tapi pada kenyataannya masih ada yang melakukannya.
Padahal kalau dipikir dan diurut kejadiannya, tidak ada anak yang minta dilahirkan kecuali atas keinginan orang tua. Tidak akan serta merta anak ada dalam kandungan ibu.

Bagaimanapun, setelah ada anak pasti kehidupan akan menjadi lebih berwarna dan membahagiakan, benarkan? karena itu yang saya rasakan.
Rasa lelah, rasa cape, bahkan rasa sakit setelah melahirkan terasa hilang begitu saja ketika melihat buah hati yang sehat dan indah.

Menjelang besar, rasa ingin tahu anak menjadi lebih tinggi. Awalnya lucu dan masih dapat diatasi, makin lama semakin tinggi tingkat keingintahuannya dengan keunikan yang dia miliki membuat kita orang tua sedikit kesulitan. Terkadang kita merasa lelah dan capek menghadapi pertanyaan anak dan tingkah lakunya yang seakan ingin memporak-porandakan rumah.
Ternyata, apa yang dilakukannya semata-mata karena dia belum mengetahui apa yang baik dan salah. Sepanjang yang dia tahu adalah dia penasaran dengan bentuknya, warnanya, dan mungkin suaranya. Menurut kita tidak perlu deh memegang gelas, karena dia belum bisa nanti malah jatuh dan pecah. Tapi, kalau anak tidak diajarkan bagaimana memegang gelas dengan benar pasti dia tidak akan tahu. Kalau anak tidak diajarkan bagaimana rasanya jatuh, maka dia tidak akan tahu betapa ada rasa sakit dan rasa malu didalamnya.

Menurut pengalaman saya yang masih dan selalu ingin belajar, anak akan lebih mengerti jika dia sudah mengalami sesuatu sebelumnya. Contoh nih, saya ingin anak saya bisa membantu kegiatan rumah tangga nantinya, jadi...awalnya saya ijinkan dia memegang sapu dan hasilnya? berantakan....qiqiqiqi.....
Beneran berantakan, waktu membersihkan jadi dobel, debu-debu yang harusnya disapu malah lebih berantakan kesana-kemari, dan saya....tertawa berdua dengan dia. Setelah selasai dan dia puas dengan pengalamnnya memegang sapu, saya ambil alih dan mencontohkan padanya cara yang benar.
lancar? tentu belum....tidak ada yang instan untuk kebiasaan. Namanya kebiasaan harus dilakukan berkali-kali.

Banyak hal kita lakukan berdua, banyak cerita kita lalui berdua. dari mulai makan dan jajan di banyak tempat, nonton di bioskop pertama kali nah, ini juga seru banget. Awalnya dia ketakutan karena tiba-tiba gelap, dan suaranya keras banget, kemudian dia terpesona dengan layar lebarnya, dia penasaran bukan dengan filmnya tapi dengan bagaimana bisa ada gambar sebesar itu. Akhirnya dia bertanya terus bukan tentang filmnya tapi tentang ini dan itu didalam bioskop, tahu dong gimana bingungnya saya menjawab. Apalagi waktu dia dengan santainya liat kebelakang dan bilang...."oh, Ibu filmnya dari sana" dan itu kenceng hehehehe....
Apa yang saya lakukan? Kalau teman-teman ngapain tuh? Kalau saya langsung jawab pernyataan dia dengan pelan sambil saya bawa badannya kembali duduk, dan bilang "iya, bener banget filmnya dari sana"
gampang? engga banget, untuk beberapa kali dia bolak-balik lihat ke belakang dan kanan-kiri, dan pertanyaan-pertanyaan yang gak penting menurut saya terus dia tanyakan. Sampai habis filmnya dan habis popcorn juga minum juga roti heheheheh
Terakhir keluar dari bioskop, saya tanya dong filmnya rame gak? dan dia jawab gak tahu....
Iyalah gak akan tahu karena sedikit banget yang dia lihat. Tapi, yang membuat senenng adalah sepanjang jalan pulang dia cerita terus tentang keadaan bioskop itu. Sampai rumah langsung cerita sama Abi nya, bukan tentang filmnya tapi tentang bioskopnya. Pengalaman yang menyenangkan, dan sampai sekarang kita belum nonton lagi.

Sudah ah tentang ceritanya, jadiiii.....tips biar dekat dengan anak versi saya adalah:
Pertama, terima anak apa adanya dan terima semua tingkah polahnya, biarkan dia dengan sedikit bantuan kita menjadi anak yang berkembang sesuai porsinya.

Kedua, kurangi marah dan marah-marah, kurangi bentakan ke anak kalau bisa hilangkan sama sekali bentakan itu. Ganti dengan pemberian pengertian dengan nada suara yang rendah, yakin deh dia tahu kalau kita kesel atau marah. kalau saya suka mengutarakannya langsung dengan bilang "kaka, ibu lagi marah sama kaka yaa"
sambil jelaskan kenapa dan apa penyebabnya.

Ketiga, ajari anak dengan segala hal yang dia belum tahu. Misalnya, tiba-tiba anak lari dari dalam rumah keluar pagar, wuuiihh...bahaya banget kan tuh, gimana kalau ada mobil tiba-tiba lewat. Caranya beritahu pelan-pelan, nada suara yang rendah bahwa hal itu berbahaya.

Keempat, dengarkanlah dia pada saat dia bercerita, pandang matanya dan perlihatkan gesture bahwa kita betul-betul mendengarkan. Apapun ceritanya bagaimanapun cara dia bercerita, tunggu samapi dia selesai bercerita baru kita beri komentar dan masukan. Bukan nasihat, tapi lebih seperti ngobrol dengan teman. Itu yang saya lakukan, dengan harapan anak saya seterusnya mau bercerita tentang apapun. Karena saya gak mau jadi orang terakhir yang tahu jalan cerita hidupnya, perasaannya, dan pilihannya.Saya ingin menjadi orang pertama yang dia cari saat ingin bercerita.

Kelima, terkadang kita perlu menjadi temannya, bukan sebagai orang tua. Act like a child. Ikuti permainan yang dibuatnya, yang terkadang lucu. Seperti sekarang anakku lagi senang membuat tebak-tebakan kata, yang jadi juri dan pembuat pertanyaannya dia dan kita orang tuanya yang jadi peserta. Kelihatan banget dia pengen saya yang menang, jadi meskipun Abinya udah jawab dengan betul pertama kali dan saya telat jawabnya, tetep yang jadi pemenangnya adalah....saya hahahaha
Indahnya bermain dengan anak dengan mengikuti pola pikirnya yang masih sangat polos dan jernih.

Sepertinya baru itu yang bisa saya bagi disini, mungkin kalau ada teman-teman yang mau menambahkan dan berbagi pengalamannya mengasuh dan mendidik anak boleh banget loh, karena setiap anak pasti berbeda, setiap anak adalah istimewa.
Setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing, jika anak kita belum terlihat kelebihannya di bidang akademis, mungkin di keterampilan, jika belum mungkin di sosialnya. Semua pasti ada kelebihannya tinggal kita yang mau menerima dan mau melihatnya atau tidak.
Semua kembali pada kita orang tuanya, apakah melihat anak kita sebagai seseorang yang baik dan istimewa atau sebaliknya.

Pokoknya terima anak kita apa adanya dan jadilah kita pendamping yang bisa dipercaya.

Selasa, 17 Maret 2015

Waktu

Teringat kembali dengan blog ini yang sudah lama gak "terjamah"
Teringat betapa asyiknya menulis dan menumpahkan segala rasa yang ada, dan mencoba berlatih merangkai kata sehingga menjadi berguna untuk yang membacanya.
Meskipun, gak tau ada atau tidak yang membaca :)

Hari ini 15 Januari 2015
Tulisan pertama di awal tahun, adalah tentang betapa berartinya waktu untuk kita semua.
Waktu kalau diperhatikan apa istimewanya? bentuknya gak ada, warnanya juga gak terlihat, tapi semua dari kita percaya bahwa waktu itu ada.
Waktu, setiap orang kalau tergesa-gesa dan ditanya kenapa, pasti jawabannya mengejar waktu.
Waktu, begitu membuat orang menjadi lupa diri.
Waktu juga yang membuat orang lupa, seperti kata pepatah " waktu akan membuatmu lupa" (bener gak sih ini pepatah?

Hari ini 17 Maret 2015
Sudah lewat 2 bulan lagi ajah dan tulisan ini masih belum selesai. Banyak hal terjadi dalam 2 bulan, banyak cerita tercipta dalam 2 bulan.
Baiklah, mari kita teruskan tentang waktu. Jadi, sebenarnya apa dan siapa waktu itu?
tidak ada yang tahu dan tidak ada yang paham apa yang dimaksud dengan waktu, hanya saja semua orang memerlukan waktu untuk banyak hal.

Seperti, minta waktu untuk berpikir, minta waktu untuk pergi, minta waktu untuk pembayaran (yg ini sih pengalaman pribadi deh), minta waktu dipercepat atau bahkan diperlambat.
Siapa sih kamu? kadang jawabannya kasih saya saya waktu untuk mengingat, padahal waktu itu tidak berbentuk dan tidak berasa tapi sangat diperlukan. Bahagianya jadi waktu karena selalu dibutuhkan, tapi sedihnya menjadi waktu karena kadang dijadikan alasan untuk berbohong.

Waktu, semua didunia memerlukannya. Katanya butuh waktu untuk menjadi seorang pemenang, butuh waktu untuk menjadi seorang profesional, butuh waktu untuk menjadi pemimpin, dan semua yang berhubungan dengan waktu adalah penting.

Waktunya bangun, waktunya mandi, waktunya makan, waktunya tidur, waktu minum obat, waktu besuk, waktu kunjungan, waktu buka, waktu tutup, waktu bertemu, waktu berpisahh.....aaahhhh begitu berartinya waktu untuk semua orang.

Sekarang pertanyaan penting lainnya adalah, sudahkah kita menghargai waktu?
Sudahkan memanfaatkan waktu dengan baik?
Sudahkah waktu menjadi teman terbaik atau malah menjadi musuh terbesar?

Jawabannya ada didalam diri masing-masing....
Saya?
Masih mencari waktu untuk menjawabnya :)

Selasa, 19 Agustus 2014

KANGEN

Beneran nih, udah lama banget gak nulis disini, kangen beraaattt....

Masalahnya sih, modem rusak, terus gantian komputernya, jadi makin lama aja gak bisa nulis.
Sekarang jadi bingung mau nulis apaan...

Apa kabar ya?
Udah ngapain aja?
Ada yang baru gak ya?
Heehhehh