Selasa, 28 Mei 2024

Nganjang ka Pakuan, Wisata Edukasi ke Gedung Pakuan, Seru!

Hai, kali ini mau berbagi cerita jalan-jalan yang bukan sekedar wisata tapi ada pembelajaran dan ilmu juga, loh!

Seperti biasa  sayah gak sendiri, pasti satu paket dengan anakku tercinta Hasya. Sudah lama kami tidak mengunjungi tempat-tempat istimewa. Untuk museum di Bandung sudah hampir semua kami kunjungi dan beberapa museum di luar kota seperti Jakarta, Linggarjati, Solo. 

Sabtu, 25 Mei 2024 kami mengunjungi gedung Pakuan di jl. Cicendo
Bandung. Wisata edukasi ini baru saja dibuka jadi langsung kami kunjungi, deh.

Sejarah Gedung Pakuan

Dengan luas kurang lebih tiga hektar gedung ini dihiasi dengan taman dan arsitektur gedung yang indah. Gedung Pakuan ini adalah rumah dinas Gubernur Jawa Barat. Bangunan yang didirikan tahun 1864 ini mempunyai gaya bangunan Indische Empire Stijl.

 

Fasilitas Gedung Pakuan

Disini kami dipersilakan melihat ruang kerja Gubernur dan Istri Gubernur yang berada di area depan gedung.

Ruang Kerja Gubernur

Masuk kedalam ada ruang penerimaan tamu dan kamar tidur Gubernur juga kamar tidur untuk Presiden RI ketika mengunjungi Bandung. Oh, untuk kamar tidur Gubernur tidak diperlihatkan, ya.

Ada beberapa lukisan yang menceritakan beberapa sejarah. Arsitektur dan interior di gedung ini memang masih mempertahankan keasliannya. Indah, itu menurut kami.



Kemudian memasuki ruangan selanjutnya, yaitu ruang resepsi. Disini terdapat meja panjang, piano, kursi santai. Terasa luas dan lapang. Ini adalah ruangan terakhir, selanjutnya kami keluar dari gedung dan terlihat gazebo juga beberapa bangunan lain yang tidak diperkenankan untuk dilihat. Seperti Masjid, ruang olah raga, kolam renang.

Ruang Resepsi

Kami melanjutkan tour ke bangunan sebelah, disini terdapat informasi lengkap mengenai Gedung Pakuan, nama dan foto-foto Gubernur Jawa barat dan Wakilnya dari pertama hingga kini.



selama kurang lebih 25-30 menit kami mengelilingi gedung akhirnya tour selesai. Terdapat juga penjualan oleh-oleh dan kerajinan khas Jawa Barat yang dapat dibeli oleh pengunjung sebelum keluar dari gedung. Yang senang belanja, boleh ngeborong.

Bonusnya adalah kami mendapatkan minuman gratis di pintu keluar, silakan sepuasnya. Alhamdulillah, hilang hausnya.



Cara Reservasi

Penasaran pengen liat sendiri indahnya gedung pakuan dan informasi lengkap dari tour guide nya?

Gini nih cara reservasinya :

1. Pake aplikasi Sapa Warga

2. Tiket bisa dipesan di hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

3. Kunjungan hanya di hari Sabtu dan Minggu dengan sesi pagi jam 09.00 – 11.00 dan sesi siang 13.00 – 15.00

4. Maksimal memilih 5 tiket

Nah, beres, deh. Tinggal datang sesuai pilihan hari dan sesi kedatangan. Selamat menikmati wisata edukasi disini.


Ruang RI 1

Tas tidak boleh dibawa kedalam


 

Senin, 27 Mei 2024

Hati yang memilih

 oleh : Hastie 

Jika selama ini banyak yang mengatakan bahwa malam hari membawa kenangan kembali, tidak dengan diriku. Malam adalah waktu ketika hati merasa sendiri, kosong, dan mengharapkan kehangatan hadirmu. Hembusan anginnya yang dingin membawa aroma dirimu yang kurindu, bintang yang bertebaran dengan sinarnya yang kecil tapi terlihat jelas membawa ingatanku akan hadirmu.

Engkau yang mungkin tidak dapat kuraih, seperti bulan yang jauh tinggi disana. Ya, malam begitu mengingatku akan semua itu. Jadi, ketika mereka mengatakan malam membawa kedamaian, tidak bagiku.

Malam, dengan gelapnya menundukkan keberanianku mendekatimu. Heningnya membuat resah hatiku semakin menjadi, tiada pantulan suara kecuali namamu. Dinginnya membuat bergetar bibirku memanggil hatimu.

Ketika banyak dari mereka memuja malam dan suasananya, disini ada diri yang ingin segera pergi. Kau tidak akan menyadari betapa besar rasa ini padamu. Karena malam membuat bayangmu pergi, tanpa cahaya tidak akan dapat kau melihatku.

Benar saat ini banyak lampu menerangi, membuat indah malam hari jika dirakit sedemikan rupa. Bahkan beberapa dari itu membutuhkan malam untuk membuatnya menjadi indah. Warna-warni lampu yang ditata dengan penuh perhitungan membawa keindahan bentuknya. Pernah aku melihat pendar cahaya yang mewakili rupamu, perpaduan warna sempurna membentuk bayangmu dalam benakku. Senyum begitu saja terlepas di wajahku, rasa hangat tiba-tiba merasuki.

Lihat, bukan malam yang membuatku bahagia tapi cahaya itu yang memperdaya. Bukan sinar rembulan yang digadang seindah rasa cinta tapi cinta itu sendiri yang membuat indah.

Tidak, bukan tidak bersyukur dan mengingkari sempurnanya ciptaan Allah akan malam. Betapa berdosa diri ini jika benar melakukan itu. Pengingkaran atas nikmat yang diberikan akan menambah sengsara diri yang sebelumnya sudah kurasa. Tidak, aku tak mau menjadi terdakwa atas kesalahan itu.

Tetapi, jika menyimpanmu dalam diri adalah kejahatan maka biarlah aku menjadi terpidana. Karena untuk melepas namamu hanya untuk sekedar aku bernafas, tak sanggup diriku.

Terkadang terbesit dialog dalam kepala, jika rasa ini salah tolong hilangkan, ya, Allah. Jangan biarkan rasa ini merajai hati yang seharusnya hanya milik Allah. Sisihkan buncahan ini agar tidak mendominasi.

Adakah malam akan menghapus sesal ini?

Bilakah malam akan mengganti sendu menjadi asa?

Lihatlah wahai pilihan hati, seharusnya malam mengobati nyatanya hanya menyakiti.

Ingin memiliki tapi tiada jalan untuk meniti, gelap mendominasi.

Engkau pilihan hati, cahaya alami darimu saja yang mampu menuntun langkahku.

Semakin yakin aku memilih cahaya daripada malam, semakin kuat harapan dengan sinar mentari yang alami. Walau mentari tidak selalu hangat, sekali-kali dia akan berubah panas aku tidak peduli.

Coba pahami, ketika dingin maka hati ini akan mencarimu untuk menghangatkan yang mungkin membuatmu merasa terkungkung. Sedangkan ketika panas maka hati akan membuka diri agar mendapatkan keleluasaan dan itu akan membuatmu lebih tenang, bukan?

Sudahlah, cukup untuk malam ini.

Ternyata malam dapat membantuku untuk mengungkap rahasia ini. Semoga juga dapat menyampaikannya padamu. Memang segala hal dalam hidup yang sudah diatur oleh pemilik dunia ini selalu ada kebaikan.

 

Salamku untukmu wahai pemilik hati.

Maybe we will find love right where we are.

 

Bandung, Mei 2024

Dariku yang menyimpanmu dalam malam



Selasa, 21 Mei 2024

Resensi Film How to Make Millions Before Grandma Dies

Film pertama dari Thailand yang saya tonton. Berawal dari kaka Hasya yang tiba-tiba pengen nonton, dan langsung nyari film apa yang lagi tayang. Akhirnya dia bilang film ini bagus, Bu.

Pertama gak nyangka kalau ini bukan film dari "barat" tapi dari Thailand. Menurut saya, film ini menarik, meski sederhana. Atau mungkin karena kesederhanaannya ini yang membuatnya jadi menarik.

Secara keseharian, Thailand dan Indonesia tidak jauh berbeda. Sehingga ada ikatan saat melihat filmnya, seperti kebiasaan-kebiasaan, cara antri di rumah sakit, waktu berkunjung keluarga. Beberapa scene seakan kita merasakannya juga di Indonesia. 

Baiklah, mari kita ulas sedikit film ini.




Bercerita tentang kehidupan keluarga

Memang ini adalah film keluarga, mungkin beberapa penonton akan mengatakan, "ih, kok ini saya banget."

Hubungan adik-kakak, menantu-mertua, paman-keponakan, nenek-cucu, dan teman sekaligus sepupu.

Sang Cucu yang dipanggil M (Putthipong Assaratanakul), memutuskan untuk merawat nenek yang dipanggil Amah (Usha Seamkhum) karena terkena kanker stadium 4. 

Niat awal karena ingin dapet warisan dari Amah. Terinspirasi dari Mui (Tontawan Tantivejakul) yang mendapatkan warisan besar setelah merawat kakeknya.


Bahkan dalam film ini diungkapkan bagaimana jika ada kecewa maka akan ditinggalkan, jika kita melakukan kesalahan kemungkinan dibenci jadi lebih besar. Namun, seiring waktu dan instropeksi maka rasa sayang itu akan muncul dan mengubah segalanya.

Terkadang hubungan keluarga dapat terputus karena uang dan warisan, ini juga yang diangkat dalam film. Bagaimana Amah mencari saudara laki-lakinya untuk meminta bantuan ternyata harus menelan kekecewaan.

Ada dialog yang menyentil, yang diperlukan orang tua dari anaknya adalah waktu. Diperlihatkan bagaimana Amah setiap hari minggu menanti anak-anaknya untuk datang sekedar untuk makan dan bermain kartu. Apakah mereka selalu datang? Silakan tonton sendiri.

Awal cerita kita disuguhi bagaimana perlakuan setiap anak ketika Amah yang merupakan Ibu mereka terjatuh dan harus dirawat di rumah sakit. Silakan nilai diri kita sendiri, yang manakah kita. :)



Ada Scene Komedi

Meski genre drama, tapi ada adegan komedinya. Ringan tapi kena, hampir satu studio tertawa dalam beberapa adegan.

Gak usah dispill, biar penasaran, ya. 

Jujur, saya juga tertawa. Memang tidak terlalu banyak tapi cukup sebagai bumbu. Memperlihatkan bahwa hidup nyata juga seperti demikian, ada serius, sedih, bahkan komedi.



Akting Terlihat Wajar

Menonton film ini tidak berasa melihat akting yang berlebihan. Semua terlihat wajar, mengalir. Saya merasa seperti melihat kehidupan sehari-hari bukan film. 

Tidak ada reaksi wajah yang heboh atau tangisan yang dramatis, apalagi yang ngomong sendiri, gak ada. Natural banget, suukaaa....

Penggambaran kita yang menutup rasa sedih dengan menangis tapi orang lain tidak perlu tahu. Iya, mereka menangis dalam diam dengan cara mereka sendiri sesuai karakter. Membuat kita penonton jadi lebih sedih tanpa harus dipaksa.


Terakhir, saya suka dengan visual dari keadaan yang terlihat sebenarnya. Rumah sederhana yang dimiliki Amah dan rumah mewah milik anak pertamanya semua terlihat wajar. Lingkungan dan beberapa scene dramatis ketika M mengingat kembali percakapan dia dan Amah.

ah, bahkan kereta api yang lewat juga menunjukkan flash back dan keadaan sekarang. Bagus.

Silakan menonton, siapkan tisu dan hati.

Semoga kalian juga menyukainya seperti saya.

Kamis, 28 Maret 2024

Mari mengHalu

Oleh : Hastie 

Akankah ada cerita seperti di drama 
Atau dapatkah menjadi inspirasi untuk lagu cinta 
Mungkinkah ada yang datang 
Mengatakan, you’re the meaning of my life
Wanna have you near me Because you bring the light 

Atau mungkin tanpa kata hanya perilaku 
Saat dunia terasa sepi, dia datang 
Saat raga letih, dia ada menemani 
Saat merasa sendiri, dia memberi pelukan 
Mengapa semua hanya ada di mimpi 
Kenyataan yang ada hanyalah kekosongan menghantui
Hanya ada kata Jangan berharap pada siapapun, serahkan semua pada pemilik diri 

Tapi, itu memang benar 
Yang salah adalah aku merasa ingin diperjuangkan 

Bandung, menjelang tengah malam 
28 March 2024

Kamis, 22 Juni 2023

Ungkapan hati

oleh : Hastie


Ragu-ragu antara ingin membaca atau tidak surat yang dipegangnya, Lian hanya membolak-balik amplop putih itu. Tulisan yang sudah dia kenal menambah rasa ragu. Bukan karena benci tapi karena rasa cemas dan takut untuk membacanya.

Perlahan dibuka juga amplop itu, seakan berjam-jam habis hanya untuk membuka amplop. Kemudian, mulailah Lian membaca surat itu.
                         ---- ooo ----

Assalamu’alaikum, Lian, anak Papa dan Mama yang tersayang.

Semoga Lian baik-baik saja, insyaallah kami juga sehat dan sangat rindu. Belum lama padahal kita bertemu, tapi rasanya udah lama.

Nak, bersama surat ini Mama kirim rasa cinta dan sayang untuk Lian. Gimana hari ini, bahagia kah? Berjalan sesuai dengan apa yang Lian mau, kah? Alhamdulillah jika sesuai harapan. Jika tidak, bersabar selalu, ya, Nak.

Bersyukur selalu kepada Allah atas segala apa yang sudah terjadi, apakah itu menyenangkan maupun menyedihkan. Tidak selamanya sesuatu berjalan seperti apa yang kamu inginkan, tapi dunia akan berjalan seperti apa yang seharusnya. Allah sudah menentukan jalan di dunia.

Jangan takut, jangan berputus asa. Tetap langitkan cita-cita dan impianmu, tapi bumikan pijakanmu. Ketika cerita hidup tidak seperti apa yang kau lukiskan dalam kanvas harapanmu, tersenyumlah.

Senyum memang tidak menyelesaikan masalah, tapi setidaknya akan memberikan sedikit asa pada hatimu. Tersenyum akan membawa aura positif pada sekitarmu, hingga bahagia akan mengganti kecewa. Yakinlah semua ada waktunya, jika bukan hari ini bisa jadi esok cita-citamu akan tercapai.

Kedamaian akan menghampirimu jika kau ikhlas dengan segala ketentuan Allah, berbagilah kedamaian itu, berbagi senyum pada banyak orang hingga kedamaian akan kembali padamu. Dunia akan tersenyum dan membawa harapan baru untukmu.

Berliani Surya Putri, seperti namamu, bersinarlah seperti sang surya dan jadilah berharga seperti berlian. Do’a kami selalu menyertai, jangan melakukan hal untuk membuat kami bahagia, jangan melakukan sesuatu karena kami. Tapi, lakukan hanya untuk mendapatkan ridho Allah, lakukan dengan niat menjalankan perintahNya.

Jangan pernah merasa belum dapat membanggakan kami, karena dengan dititipkannya Lian, kami yang sangat beruntung. Allah sang pemilik jiwa memberi amanah indah kepada kami, seorang anak yang bersedia bersusah payah untuk menjadi yang terbaik.

Lian, semoga engkau selalu bahagia dunia dan akhirat. Janji akan selalu tersenyum walau apapun yang terjadi, ya. Ingatlah selalu pada Allah, bersabar dan bersyukur lalu genapkan dengan salat.

Insyaallah segala masalah dapat teratasi.

Salam sayang selalu dari kami, Papa dan Mama.

                           ---- ooo ----

Tanpa terasa air mata mengalir deras di pipi Lian. Dalam hatinya bersyukur karena mendapatkan orang tua yang selalu ada untuknya, meski beberapa episode hidup tidak begitu lancar. Beberapa kali perbedaan pendapat terjadi, tapi semua selalu dapat diatasi.

Kini, rasanya sepi dan hambar. Hanya goresan pena dari Papa dan Mama yang bisa dibaca berulang-ulang. Fisik mereka tidak ada lagi di dunia, tidak dapat lagi Lian melihat mereka, memeluk mereka.

Tapi, seperti apa yang ada dalam surat peninggalan Papa dan Mama, Lian akan selalu tersenyum menghadapi segala masalah dalam hari-harinya. Dalam diamnya, Lian selalu bertanya kapan dan mengapa mereka menulis surat yang tepat diterima saat dia menerima telepon mengabarkan kecelakaan yang membuatnya berpisah selamanya.

Bandung, 25 Agustus 2022